Konten dari Pengguna

Bambang Pamungkas (Bepe) Kebanggaan Jakarta dan Indonesia di Dunia Sepak Bola

Ananda AyuDamayanti

Ananda AyuDamayanti

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ananda AyuDamayanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Image source https://mediaindonesia.com/read/detail/278409-bambang-pamungkas-resmi-gantung-sepatu
zoom-in-whitePerbesar
Image source https://mediaindonesia.com/read/detail/278409-bambang-pamungkas-resmi-gantung-sepatu

Bambang Pamungkas lahir pada tanggal 10 Juni 1980, ia mengawali karirnya sebagai pemain sepak bola yang berawal dari bergabung ke Sekolah Sepak Bola (SSB) di Getas, Jawa Tengah pada umurnya yang baru delapan tahun. Setelah 6 bulan berselang, Bambang Pamungkas memutuskan pindah dengan menimba ilmu di Sekolah Sepak Bola (SSB) Ungaran sampai usia 13 tahun. Pada tahun 1994, Bambang Pamungkas mulai melangkah ke level yang lebih kompetitif yaitu bergabung ke beberapa klub sepak bola, mulai dari Persada Ungaran sampai Persikas Semarang Regency. Selain itu Bambang Pamungkas juga sempat transit ke Diklat Salatiga pada tahun 1996. Setelah tiga tahun lamanya, bakat Bambang Pamungkas mulai tercium oleh klub ibu kota yaitu Persija Jakarta. Di situlah Bambang Pamungkas tidak menyianyiakan dengan terus memoles keahliannya.

Tahun 1999 Bambang Pamungkas memulai karirnya di dunia sepak bola yaitu Persija yang tanpa disangka-sangka di musim pertamanya ia bermain, Bambang Pamungkas berhasil mencetak 30 gol dari 24 pertandingan pada kompetisi Liga Indonesia tahun 1999-2000-an. Namun di musim berikutnya, Bambang Pamungkas sudah tidak bersama dengan Persija. Ia lantas melanjutkan karirnya di NHC Norad yang merupakan klub divisi tiga Belanda. Setelah bergabung disana, Bambang Pamungkas berhasil mencetak 7 gol dari 11 kali pertandingan. Selain di NHC Norad, pada tahun 2000, ia juga bergabung bersama klub asal belanda yang bernama EHC Hoensbroek. Tetapi Bambang Pamungkas menghirup sejuknya udara Eropa tidak lama, hanya 4 bulan ia disana. Pada tahun 2000-2005 Bambang Pamungkas pun kembali ke pelukan Persija Jakarta.

Bambang Pamungkas dengan Persija itu diibaratkan seperti burung yang pergi bebas mencari makan tapi tidak lupa dengan sangkarnya dan kembali ke sangkar yang sama, seperti Bambang Pamungkas, pergi mencari ilmu sampai ke negri tetangga, tetapi tetap jatuh dipelukan Persija Jakarta. Suka duka sudah dilalui oleh Bambang Pamungkas atau yang akrab di sapa Bepe. Bepe merupakan salah satu orang yang dikatakan sukses, bukan hanya di Persija melainkan di Indonesia. Namun untuk menjadi sang legenda di dunia sepak bola tentu tidak mudah. Jatuh bangun dia lakukan untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Sampai akhirnya Bambang Pamungkas pun menjadi legenda hidup sepak bola Indonesia setelah 20 tahun berkarir. Bambang Pamungkas juga bukan hanya menjadi legenda Persija Jakarta, tetapi ia juga menjadi sosok penting bagi sepak bola Indonesia.

Selain di Persija Bambang Pamungkas juga pernah berkiprah di klub Malaysia, Selangor FA namanya. Di negri Jiran, nama Bambang Pamungkas mulai berkibar, bukan hanya menjadi pencetak gol terbanyak, namun ternyata ia ikut andil dalam mengawinkan gelar Liga Malaysia dan Piala Malaysia bagi klub yang berjuluk Raksasa Merah. Perjalanan Bambang Pamungkas di negri Jiran berakhir pada tahun 2007 Bambang Pamungkas menjadi andalan di Timnas karena menorehkan 38 gol dari 86 tampilan.

Pemain yang memiliki ciri khas kumis tebal ternyata pernah mempersembahkan gelar juara di Liga Indonesia selama dua kali untuk tim ibu kota, yaitu tahun 2001 dan 2018. Karena usia yang sudah mulai mengikisnya, memaksa Bambang Pamungkas sering menjadi penghuni tetap bangku cadangan Persija. Walaupun begitu sikap professional serta kepemimpinan yang ditunjukan oleh Bambang Pamungkas, membuatnya tetap menjadi panutan bagi pemain yang lain. Tidak hanya itu, Bambang Pamungkas juga memiliki daya tarik lain, yaitu kelihaian dalam berargumen. Kemampuan berargumen ini bahkan tidak hanya berbicara secara lisan, tetapi juga lihai dalam berargumen di media tulisan. Selain sibuk di persepak bolaan, Bambang Pamugkas juga rutin menulis artikel yang hampir setiap bulan ia mengunggah satu sampai dua artikel opini di blog pribadinya. Tidak hanya itu, Bambang Pamungkas juga sempat merilis beberapa buku, seperti Bepe20: Ketika Jemariku Menari (2011) dan Bepe 20 Pride (2014).

Karena faktor usia, fisik dan badan yang sudah tidak merespon lagi membuat Bambang Pamungkas memiliki tekad yang sangat bulat untuk memutuskan pensiun dari dunia sepak bola yang sudah membesarkan namanya tersebut. Pertandingan Persija melawan Persebaya adalah pertandingan yang terakhir untuk Bambang Pamungkas. Di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta pada tanggal 17 Desember 2019, dimana Bambang Pamungkas pamit kepada para supporter Persija Jakarta yaitu The Jakmania.

Walaupun Bambang Pamungkas sudah benar-benar pensiun dari dunia sepak bola, tetapi ia merasa tidak berpisah dengan Persija karena dia selalu mendapatkan dukungan dari supporter The Jakmania dan warga Jakarta.

Ananda Ayu Damayanti, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan