Eco-Enzyme Galon Bekas: Inovasi KKN 13 UMJ Atasi Sampah Rumah Tangga

Mahasiswa prodi Ilmu Politik di Universitas Muhammdiyah Jakarta
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ananda Putri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Eco-enzyme merupakan cairan pembersih serbaguna ramah lingkungan yang dihasilkan dari proses fermentasi sisa sampah organik rumah tangga, seperti kulit buah dan potongan sayuran, yang dicampur bersama air serta gula merah atau molase. Selain efektif mengurangi penumpukan limbah dapur yang berpotensi menimbulkan bau dan pencemaran, hasil fermentasi cairan ini memiliki beragam manfaat nyata, mulai dari pembersih alami, pembersih lantai, desinfektan, hingga pupuk organik cair untuk tanaman.
Melihat potensi besar tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Kelompok Tematik 13 Subkelompok E menggelar pelatihan pemanfaatan limbah dapur berbasis komunitas di RT 02 RW 05 Kelurahan Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Tangerang Selatan. Melalui program bertajuk GAS ECO (Satu Galon Eco-Enzyme), edukasi dan praktik pengolahan sampah organik diperkenalkan dengan cara yang praktis, ekonomis, dan mudah diterapkan di tingkat rumah tangga.

Permasalahan sampah organik hingga kini masih menjadi tantangan mendasar di lingkungan masyarakat lokal, di mana mayoritas limbah sisa makanan langsung dibuang tanpa melalui proses pemilahan. Padahal, penumpukan sampah basah di tempat pembuangan akhir tidak hanya memicu aroma tidak sedap, tetapi juga berisiko memproduksi gas metana yang merusak kualitas lingkungan jika dibiarkan begitu saja.
Guna menekan dampak buruk tersebut, program GAS ECO hadir dengan mengusung pemanfaatan galon bekas sebagai wadah fermentasi utama. Penggunaan galon dipilih karena selain memanfaatkan ulang limbah plastik yang ada di rumah, wadah ini memiliki volume yang pas serta kapasitas yang ideal untuk mengamati proses fermentasi bahan-bahan organik secara berkala.
Pelaksanaan kegiatan yang berlangsung di Aula Pak Haji Maksum ini dikemas secara partisipatif dan komunikatif. Tim mahasiswa KKN UMJ tidak sekadar menyampaikan materi teori secara lisan, tetapi juga memperagakan langkah demi langkah, mulai dari teknik pemilahan jenis sisa buah dan sayuran yang cocok, penakaran air dan molase yang presisi, hingga tata cara penutupan galon agar proses fermentasi berjalan optimal.
Masyarakat dan para ibu warga setempat yang hadir terlihat sangat antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan. Peserta tidak hanya menjadi pendengar pasif, melainkan diterjunkan langsung untuk meracik bahan-bahan organik ke dalam galon bekas dengan pendampingan dari tim mahasiswa, sekaligus aktif bertanya mengenai cara perawatan galon selama masa fermentasi berlangsung.
Meski pemanfaatan eco-enzyme memerlukan waktu fermentasi selama beberapa bulan hingga siap dipanen, program ini terbukti menjadi langkah awal yang efektif dalam menumbuhkan kesadaran serta keterampilam pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Melalui kolaborasi antara akademisi dan warga lokal, kegiatan ini membuktikan bahwa aksi sederhana dari dapur rumah tangga mampu memberikan kontribusi nyata bagi kelestarian lingkungan yang berkelanjutan.
