Di depan Jokowi, Said Aqil Singgung Islam Nusantara

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Buka bersama di kediaman Oesman Sapta (Foto: Nadia Jovita Injilia Riso/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Buka bersama di kediaman Oesman Sapta (Foto: Nadia Jovita Injilia Riso/kumparan)

Presiden Joko Widodo bersama sejumlah pimpinan lembaga tinggi negara sore ini menggelar acara buka puasa di kediaman Ketua DPD Oesman Sapta Odang alias Oso. Sebelum berbuka puasa, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj terlebih dahulu memberikan tausiah.

Dalam tausiahnya, ia menyebut pentingnya menciptakan suasana harmonis dalam kehidupan berbangsa saat ini. Namun, dia maklum situasi yang harmonis tersebut agak sulit diterapkan dalam politik.

"Tapi kalau di politik enggak bisa. Mudah-mudahan Indonesia (situasi politiknya) enggak kayak politik Timur Tengah," kata Said di Jalan Karang Asem Utara, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (6/6).

[Baca juga: Jokowi dan Pimpinan Lembaga Negara Buka Puasa di Rumah Oesman Sapta]

Salat berjamaah di kediaman Oesman Sapta (Foto: Nadia Jovita Injilia Riso/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Salat berjamaah di kediaman Oesman Sapta (Foto: Nadia Jovita Injilia Riso/kumparan)

Lebih lanjut, Said juga mengingatkan ada dua amanah yang harus dijalankan oleh seluruh warga, yaitu amanah diniyah dan amanah wathoniyah.

"Amanah diniyah, agama. Maka agama harus betul-betul kita hayati, kita bangun di atas Tanah Air yang kokoh, di atas bumi pertiwi yang kuat," ujarnya.

Said juga mengingatkan mengenai makna Islam nusantara. Menurutnya, Islam nusantara yang dimaksud adalah dengan mempertahankan budaya yang ada.

[Baca juga: Jokowi dan Pejabat Negara Buka Puasa di Rumah Novanto]

"Islam nusantara yang saya maksud kita mempertahankan budaya dan jadikan sebagai infrastruktur budaya. Jangan dibalik. Gamis untuk demo enggak bener itu. Berbisnis untuk ibadah, bukan ibadah untuk bisnis. Ceramah di masjid untuk ibadah, bukan untuk politik," tuturnya.

"Yang kedua, amanah wathoniyah. Amanah mempertahankan Tanah Air. Dua amanah ini harus kita pertahankan dan sudah tercakup dalam Pancasila. Sila pertama melambangkan amanah diniyah dan sila kedua sampai kelima amanah wakoniyah. Dua-duanya adalah amanah dari Tuhan," tutupnya.

Buka puasa di rumah Oesman Sapta. (Foto: Nadia Jovita Injilia Riso/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Buka puasa di rumah Oesman Sapta. (Foto: Nadia Jovita Injilia Riso/kumparan)

[Baca juga: Jokowi Buka Puasa Bareng Pimpinan Lembaga Negara]

Sementara itu, dalam sambutannya, Oso sempat mengabsen satu per satu tamu yang hadir.

"Ada Pak Setnov, ada Pak Ketua MPR, ada Ketua MA, ada Ketua KY, ada Ketua MK, ada Ketua BPK, ada ketua-ketua partai, yang terkhusus ada dua kiai, yaitu Pak Nasarudin Umar dan Said Aqil," kata Oso sembari memanggil mereka satu per satu.

Oso pun tak lupa memanggil nama Menkopolhukam, Wiranto, yang juga Ketua Dewan Penasihat Partai Hanura. "Ketua penasehat saya juga ada, Pak Wiranto. Itu menurut hati nurani, Pak," ujar Oso bercanda.

Ia kemudian mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir. Ketua Umum Partai Hanura ini mengaku sudah menyiapkan kata sambutan, namun diurungkan karena takut akan menyita banyak waktu.

[Baca juga: Jokowi Buka Puasa Bareng Anggota Kabinet di Istana Bogor]

Oso kemudian memuji suasana buka puasa di rumahnya yang dia sebut sebagai suasana yang mesra.

"Inilah suasana dari mulai rumah Ketua MPR, Ketua DPR, dan Ketua DPD malam ini semuanya mesra. Alangkah indahnya kalau Indonesia seperti ini rukunnya," tuturnya.

"Hidangan-hidangan ini terutama yang dipesan oleh Ketua MK (yaitu) sop kaki, Ketua MA pesan sate kambing, dan Ketua MPR dan DPD suruh makan korma saja katanya," candanya.