Eks Pimpinan DPD Curiga Ada Invisible Hand di Balik Terpilihnya OSO

Mantan Wakil Ketua DPD Farouk Muhammad menyesalkan kisruh pergantian pimpinan yang akhirnya memilih Oesman Sapta Odang sebagai Ketua DPD. Farouk meyakini ada 'invisible hand' di balik peristiwa yang mencoreng wajah demokrasi Indonesia tersebut.
"Kemarin saya sudah layangan surat kepada pimpinan MA, tolong jangan sampai ada pelantikan atau pengambilan sumpah karena proses pemilihan pun cuma dihadiri 57 orang. Kita juga akan lihat ke depan apakah ada 'invinsible hand' di balik semua ini sehingga ada keputusan hukum," ujar Farouk saat ditemui di Universitas Negeri Jakarta, Jakarta Timur, Rabu (5/4).
Farouk menduga sudah ada kongkalikong antara Sekjen DPD dan MA agar pelantikan pimpinan DPD yang baru terlaksana. Sebabnya, saat menyerahkan surat permohonan agar tidak melantik kepada MA, ia melihat Sekjen DPD Sudarsono Hardjosoekarto tengah berada di MA.
"Waktu saya mau menyerahkan surat itu untuk pimpinan MA, ternyata saya enggak bisa masuk karena di dalam ruangan itu ada beberapa orang termasuk Sekjen yang sedang melakukan rapat alot disana. Saya tak tahu apa yang dirapatkan," lanjutnya.
Baca juga: Farouk Muhammad: Saya Tetap Wakil Ketua DPD yang Sah
Farouk menegaskan sudah jelas ada upaya untuk menzalimi para pimpinan DPD yang lama. Farouk menegaskan bahwa jika tidak ada invisble hand, maka sebenarnya proses perdebatan apakah harus memilih pimpinan DPD yang baru atau tidak bisa dilakukan dengan jantan, bukan dengan cara-cara yang tidak elok seperti yang dilakukan MA.
"Kami padahal sudah siap bertarung, kemarin malam. Saya bertarung secara jantan kita sama-sama hadir," tuturnya.
Oesman Sapta Odang sudah resmi dilantik menjadi Ketua DPD RI. Ia dilantik oleh Wakil Ketua Mahkamah Agung Suwardi dalam sidang paripurna yang digelar, Selasa (4/4). Oesman dilantik bersama Darmayanti Lubis dan Nono Sampono.
Baca juga: Oesman Sapta Siap Pilih DPD atau MPR
