Golkar: Jangan Pakai Isu Komunisme untuk Alat Politik

Wasekjen Golkar Ace Hasan Syadzily menilai ada kekhawatiran berlebih dari sejumlah masyarakat Indonesia dalam menanggapi munculnya kembali komunisme. Kekhawatiran ini terbukti saat terjadi aksi pengepungan kantor LBH Jakarta karena tudingan menggelar acara yang berkaitan dengan PKI.
Ace berharap masyarakat tak ikut arus dengan tidak melakukan klarifikasi terhadap isu-isu yang marak beredar. Apalagi, isu komunisme seringkali dijadikan alat politik demi menciptakan keresahan dan kegaduhan politik.
"Komunisme ini memang menjadi kekhawatiran kita semua. Tapi jangan juga isu komunis ini dipakai dan dijadikan sebagai alat politisasi untuk kepentingan politik," katanya di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (18/9).
Ia juga meminta agar isu-isu PKI tak dikaitkan dengan pemerintah saat ini. Pasalnya, tidak terdapat bukti-bukti kuat yang menunjukkan tudingan tersebut.
"Rezim yang sekarang diidentikan dengan isu PKI padahal apanya yang PKI. Apanya yang komunisme? Bukan saya membela rezim yang sekarang tapi tentu isu-isu komunisme seperti anti terhadap Islam itu menurut saya tidak pada tempatnya," ujarnya.

Anggota Komisi II DPR ini menilai kalau pun ada oknum yang menggaungkan kebangkitan PKI, maka masyarakat harus melaporkan kepada pihak berwajib.
"Nah kalau ada pihak-pihak yang selama ini tegas bicara soal komunisme ya tinggal dilaporkan saja kepada kepolisian gitu. Siapa aja orang-orang itu,"jelasnya.
Lebih lanjut, soal kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh LBH, Ace menilai kegiatan itu hanya merupakan sikap kritis yang ditunjukkan. Sama sekali tak bertujuan untuk mendukung kebangkitan paham komunis di Indonesia.
"Saya kira sekarang ini LBH kan memang selalu kritis. Dan sikap kritis tersebut jangan dianggap sebagai sebuah bentuk dari misalnya tuduhan-tuduhan yang tidak bagus sehingga menimbulkan bentrok dan konflik sosial begitu," tandasnya.
