Lagu Mars Anies-Sandi Diadaptasi dari Lagu PKS, Bukan Yahudi

Paslon Anies Baswedan-Sandiaga Uno kembali menjadi sorotan netizen. Kali ini, lagu mars kampanye Anies-Sandi disebut mengadopsi lagu Yahudi yang dinyanyikan oleh Hashem Melech.
Sebagai paslon yang disokong sejumlah partai Islam, Anies-Sandi menjadi sasaran empuk sejumlah akun di Twitter. Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandi, Mardani Ali Sera, menegaskan bahwa lagu mars Anies-Sandi sama sekali tak ada kaitannya dengan lagu Yahudi. Lagu itu adalah lagu milik PKS.
"Yang kami tahu itu lagunya Shoutul Harokah, tim nasyidnya yang salah satunya anggota Sekjen PKS almarhum Taufik Ridho. Jadi enggak ada tuh Yahudi-Yahudian," ujar Mardani ketika dihubungi kumparan (kumparan.com), Jumat (7/4).
Mardani menjelaskan lagu tersebut awalnya memiliki lirik, "Apapun yang terjadi, kami tetap melayani." Kemudian, saat diadaptasi menjadi lagu mars, liriknya diubah menjadi, "Ayo bersama kobarkan semangat warga Jakarta, Anies-Sandi nomor tiga, Anies-Sandi selalu di hati.
Politikus PKS ini menilai serangan ini jelas merupakan bentuk kampanye hitam dari kubu lawan. Menurut dia, serangan yang dilancarkan sangat sistematis. Mulai dari spanduk bersyariah, lagu kampanye, serta kriminalisasi Anies-Sandi.
"Ini serangan sistematis.Publik bisa menilai siapa yang agresif menyerang dan siapa yang tidak pernah menyerang. Kita sih normal-normal saja," ujarnya.
Untuk menangkal serangan ini, Mardani mengatakan tim kampanye sudah gencar melakukan klarifikasi di media sosial. Ia yakin bahwa warga DKI sudah cerdas dalam menanggapi serangan kampanye negatif tersebut.
Sedang Kepala Bidang Humas PKS Dedi Supriadi menjelaskan kalau lagi itu berasal dari simpatisan.
"Saya belum dengar lagunya, mungkin itu kreativitas pendukung," ujar Dedi.
