kumparan
10 Apr 2017 11:37 WIB

Survei Median: Elektabilitas Anies-Sandi 49,8%, Ahok-Djarot 43,5%

Ahok-Djarot dan Anies-Sandi, debat cagub ke 3. (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
Pasangan calon Anies Baswedan-Sandiaga Uno diprediksi unggul pada putaran kedua Pilgub DKI Jakarta yang akan digelar pada (19/4). Berdasarkan survei terbaru Media Survei Nasional (Median), elektabilitas Anies-Sandi mencapai 49,8 persen sementara Ahok-Djarot hanya 43,5 persen dan 6,7 persen responden belum menentukan pilihan.
ADVERTISEMENT
“Ketika kami tanyakan kepada responden, pasangan mana yang akan anda pilih menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nanti? Ternyata 49,8 persen responden memilih Anies-Sandi, sementara yang akan memilih Ahok-Djarot hanya 43,5 persen pemilih, sisanya sekitar 6,7 persen belum menentukan pilihan,” kata Direktur Eksekutif Median, Rico marbun, dalam rilis yang diterima kumparan (kumparan.com), Senin (10/2).
Survei ini dilakukan pada tanggal 1-6 April 2017, terhadap 1.200 responden warga DKI Jakarta yang memiliki hak pilih, dengan margin of Error sebesar +/- 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel dipilih secara random dengan teknik Multistage Random Sampling dan proporsional atas Kotamadya dan gender.
Dalam survei tersebut, terlihat bahwa tren elektabilitas Anies-Sandi mengalami peningkatan dari bulan Februari hingga April. Pada saat pencoblosan 15 Februari lalu, elektabilitas Anies-Sandi mencapai 39,97 persen. Pada 21-27 Februari, elektabilitas naik menjadi 46,3 persen. Lalu, pada 1-6 April mencapai 49,8 persen.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Median mencatat elektabilitas Ahok-Djarot mencapai 42,96 persen pada 15 Februari dan kemudian turun pada 21-27 Februari mencapai 39,7 persen. Pada 1-6 April, elektabilitas Ahok-Djarot naik menjadi 43,5 persen tapi masih di bawah Anies-Sandi.
Elektabilitas Putaran 2. (Foto: Median)
Rico mengatakan Anies-Sandi unggul karena dianggap merupakan sosok antitesa yang sempurna dari pasangan Ahok-Djarot. "Karakter pemilih Anies-Sandi menganggap Anies-Sandi merupakan antitesa sempurna dari Ahok-Djarot dalam perspektif emosional," ujar Rico.
Selain itu, stigma negatif terhadap Ahok-Djarot masih lebih tinggi dibandingkan Anies-Sandi.
"Kami kembali menemukan bahwa orang tidak mau memilih Ahok-Djarot karena faktor emosional (identitas dan karakter) sementara orang tidak mau memilih Anies-Sandi karena kurang berkenan dengan penilaian atas komptensi," ujar Rico.
ADVERTISEMENT
Secara total, ada 67,1 persen pemilih Ahok-Djarot yang memilih paslon nomor dua tersebut karena alasan rasional. Sementara sebanyak 18,2 persen memilih karena alasan emosional.
Sementara itu, dari 100 persen pemilih Anies-Sandi, terdapat 22,4 persen yang memilih paslon nomor tiga itu karena agamanya sama.
"Secara total, ada 31,1 persen pemilih Anies yang memilih Anies karena alasan rasional dan ada 60,4 persen pemilih Anies-Sandi karena alasan emosional," ujar Rico.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·