Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2024 © PT Dynamo Media Network
Version 1.92.0
ADVERTISEMENT
Pada Desember 2017, tampilan Lapangan Banteng akan berubah total. Pemprov DKI Jakarta akan menyulap lapangan bersejarah tersebut menjadi pusat olahraga, mini teater, dan ruang terbuka hijau.
ADVERTISEMENT
Proses revitalisasi ini memakan biaya Rp 150 miliar, seluruhnya, dibiayai oleh pihak swasta. Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono mengatakan pendanaan oleh swasta merupakan bentuk public and private partnership.
"Iya ini sumber dananya dari swasta, ini konsep terjemahan dari partnership. Kami menerapkan public and private and people partnership," ujarnya saat groundbreaking proyek di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/3).
Lalu, seperti apa desain Lapangan Banteng yang baru?
Nantinya Lapangan Banteng akan dibagi menjadi 3 zona. Zona pertama yaitu zona utama, Zona Monumen Pembebasan Irian Barat. Zona ini mencakup Monumen Pembebasan Irian Barat yang terletak di Lapangan Banteng.
ADVERTISEMENT
Pemprov DKI akan membangun mini teater berbentuk setengah lingkaran yang dilengkapi dengan kolam dan pelataran yang akan difungsikan untuk berbagai kegiatan kesenian seperti konser musik atau fashion show.
Di dekat mini teater, juga akan dibangun bangunan tempat tiang bendera pada saat upacara kenegaraan. Lokasi ini juga akan terdiri dari musala, food court dan ruang pengelola.
"Bangunan bendera untuk mempertegas keberadaan monumen," ujar Kepala Dinas Kehutanan Pemprov DKI, Djafar Muchlisin.
Zona kedua merupakan zona olah raga yang akan dibuka selama 24 jam bagi seluruh warga Jakarta. Zona ini merupakan bagian dari Ruang Terbuka Hijau Lapangan Banteng.
Area ini mencakup lapangan sepak bola yang tersedia di Lapangan Banteng ditambah lapangan basket, lapangan serbaguna dan area bermain anak.
ADVERTISEMENT
Zona ketiga yaitu zona taman. Pemprov DKI menetapkan sebagian lahan di Lapangan Banteng untuk mempertahankan pohon-pohon yang sudah ada. Diharapkan warga Jakarta memiliki tempat untuk bersantai dan menikmati udara segar di DKI. "Zona ini fungsinya untuk tempat berbagai aktivitas publik," ujarnya.
Pemprov DKI Jakarta mengatakan zona satu dan dua sudah bisa dinikmati warga pada 17 September sementara keseluruhan proyek revitalisasi akan rampung pada Desember 2017.