Konten dari Pengguna

9 Ciri Narcissistic Personality Disorder (NPD), Kamu Termasuk?

Nando Wijaya

Nando Wijaya

Mahasiswa Komunikasi, Universitas Paramadina

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nando Wijaya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Terdapat 9 Ciri seseorang dikategorikan NPD, Jika 5 diantaranya ada pada kamu, Maka kamu dikategorikan orang Narsis, lho!

Sumber: Ilustrasi Narsis. Nando/ChatGPT
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Ilustrasi Narsis. Nando/ChatGPT

Narsisme adalah gangguan mental yang membuat seseorang merasa dirinya paling hebat dan ingin selalu dipuji, dihargai, atau dikagumi. Orang yang narsis sering kali merasa stres atau marah kalau tidak mendapat perhatian dari orang lain. Akibatnya, mereka bisa melakukan berbagai cara agar dianggap penting, meski kadang membuat orang lain merasa tidak nyaman.

Menurut DSM-IV (buku panduan resmi dari American Psychiatric Association), ada 9 ciri-ciri orang narsis. Jika seseorang memiliki minimal 5 dari 9 ciri tersebut, maka ia bisa dianggap mengalami gangguan kepribadian narsisme. Berikut cirinya:

  1. Merasa Diri Sendiri Paling Hebat

Seorang pengidap narsis akan selalu menganggap dirinya adalah yang terbaik, orang lain bukanlah apa-apa dibandingkan dirinya. Orang narsis sering melebih-lebihkan bakat, prestasi, atau penghargaan lain yang mereka raih walau sebenarnya mereka tidak memiliki hal tersebut atau jika memiliki, biasanya mereka akan melebih-lebihkannya.

  1. Sibuk dengan Fantasi Kesuksesan, Kekuasaan, dan Kepintaran

Orang narsis sering berfantasi, berangan-angan mengenai kesuksesan dalam pikiran mereka sendiri. Mereka terlalu sibuk mengejar agar terlihat sukses atau agar terlihat berkuasa, bukan sejatinya sukses atau bekuasa sesungguhnya. Orang narsis tidak akan lelah melakukan hal-hal tersebut, karena hanya dengan itu kebutuhannya akan pengakuan dapat terpenuhi.

  1. Percaya Bahwa Dirinya Spesial dan Unik

Percaya diri itu hal yang baik, tetapi terlalu percaya diri bisa berdampak negatif. Jika seseorang merasa dirinya terlalu spesial dan unik secara berlebihan, itu bisa menjadi salah satu tanda gangguan narsistik. Orang yang narsis biasanya selalu ingin terlihat istimewa di mata orang lain, terutama di hadapan orang yang ingin ia tarik perhatiannya. Fantasi mereka terhadap keunikan diri sendiri, membuat mereka merasa kalau dirinya hanya dapat dimengerti oleh orang-orang tertentu yang istimewa atau berstatus tinggi.

  1. Memiliki Kebutuhan yang Ekspresif untuk Dikagumi

Orang narsis itu ingin sekali dipuji dan dikagumi oleh orang lain, dan keinginannya itu ditunjukkan secara jelas, baik lewat ucapan, gaya berpakaian, unggahan media sosial, cara berbicara, dan bahkan tindakan sehari-hari. Biasanya, orang narsis, selalu mengeraskan suaranya ketika berbicara agar menarik perhatian sekitar, atau dalam berpakaian misalnya yang lain menggunakan warna putih, ia menggunakan warna hitam sendiri agar terlihat berbeda. Jika di media sosial, ia selalu mengunggah kegiatannya kapanpun dan dimana pun sebagai bentuk menarik perhatian orang lain. Tapi, tidak semua orang yang sering mengunggah foto atau video di media sosial dapat langsung dikategorikan sebagai orang narsis. Perlu adanya pengecekan dari ahli untuk dapat mengetahui hal tersebut.

  1. Merasa Layak untuk Diperlakukan Istimewa

Orang narsis sering menganggap dirinya perlu mendapatkan perlakuan istimewa dari orang lain karena ia merasa hal tersebut layak diberikan kepadanya sebagai seseorang yang hebat di segala hal. Orang pengidap NPD tidak akan melakukan sesuatu jika di situ tidak ada ruang untuk dirinya berekspresi dan mendapatkan pengakuan dari orang lain.

  1. Mengeksploitasi Hubungan Interpersonal untuk Tujuan Pribadi

Bahayanya dari pengidap NPD adalah mengeksploitasi hubungan dengan orang lain demi kepentingan mereka sendiri. Orang NPD memanfaatkan orang lain, seperti teman, keluarga, atau kerabat demi keinginan yang ia mau seperti ketenaran, kekuasaan, atau hanya sekedar terlihat keren. Pengidap NPD ini bisa mengelabui orang yang ia eksploitasi tanpa sadar dirinya telah dikendalikan seperti boneka oleh si pengidap NPD ini.

  1. Kurang empati, tidak peduli dengan perasaan dan kebutuhan orang lain.

Orang pengidap NPD kurang empati terhadap perasaan orang lain, mereka hanya memikirkan perasaan dan ego mereka demi ketenaran serta kebutuhan mereka terhadap sebuah pengakuan. Pengidap NPD bisa menegur atau memarahi orang lain di depan umum hanya untuk memenuhi kebutuhan mereka agar terlihat tegas dan berwibawa di depan orang lain tanpa memikirkan perasaan orang yang ia marahi.

  1. Sering kali merasa iri terhadap orang lain atau menganggap orang lain iri terhadap dirinya.

Pengidap NPD tidak bisa tertidur dengan tenang jika melihat orang lain yang ia anggap sebagai pesaingnya melakukan sesuatu yang melebihi dirinya dalam hal apapun. Anehnya, terkadang mereka menganggap orang lain iri terhadap pencapaian mereka walau pada kenyataannya orang tersebut sama sekali tidak iri atau bahkan tidak tahu tentang apa yang dicapai pengidap NPD tersebut. Gangguan ini membuat mereka selalu berfantasi bahwa orang lain selalu di bawah mereka, iri terhadap mereka, ingin jadi seperti mereka, dan hal-hal fantasi narsistik lainnya. Sebaliknya, pengidap NPD akan stres dan berusaha mencari cara menjatuhkan orang yang ia anggap sebagai pesaingnya.

  1. Angkuh

Pengidap NPD selalu merasa angkuh atau sombong, merasa dirinya yang paling benar, tidak mau mendengarkan pendapat orang lain, mencap pendapat orang lain tidak benar. Orang narsis susah berdiskusi jika berbeda pendapat, alih-alih berdiskusi, tidak sepenuhnya diskusi itu sebagai ajang bertukar pikiran untuk mendapatkan solusi. Karena karakter NPD yang angkuh, biasanya diskusi akan berujung pada perdebatan panas.

Orang pengidap Narcissistic Personality Disorder (NPD) biasanya tidak disukai banyak kalangan karena sifatnya yang angkuh dan keras kepala. NPD akan merasa dirinya paling benar, semua salah kecuali dirinya. Untuk menarik perhatian orang lain, NPD suka merubah gaya bicaranya, gaya berpakaiannya, atau meramaikan media sosialnya. Bahayanya, NPD suka mengeksploitasi orang lain tanpa sadar jika dirinya hanya dimanfaatkan demi kepentingan pribadinya.

REFERENSI

  • Umul Sakinah, Zatrahadi, M. F., & Darmawati. (2019). Fenomena narsistik di media sosial sebagai bentuk pengakuan diri. Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 2(1), 41–49.

  • Sari, D. P. (2021). Gangguan kepribadian narsistik dan implikasinya terhadap kesehatan mental. Islamic Counseling: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam, 5(1), 93–114.