Konten dari Pengguna

Batudaa Pantai, Surga Indah di Teluk Tomini

Ananda Satrio

Ananda Satrio

Mahasiswa Akhir Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ananda Satrio tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pantai di Desa Tontayuo, Batudaa Pantai
zoom-in-whitePerbesar
Pantai di Desa Tontayuo, Batudaa Pantai

"Kagum" adalah hal yang pertama kali muncul di kepala ketika mendengar kata "surga". Sama halnya dengan potensi alam dan pariwisata yang dimiliki oleh daerah yang berjarak 1 jam perjalanan darat dari Kota Gorontalo. Batudaa Pantai terbentang sepanjang garis pantai yang langsung menghadap ke Teluk Tomini. Kondisi geografis tersebut membentuk keadaan alam yang menyimpan banyak potensi alam.

Pantai Karang Putih | Sumber: Dok. Pribadi Tim KKN PPM UGM Pesisir Gorontalo
zoom-in-whitePerbesar
Pantai Karang Putih | Sumber: Dok. Pribadi Tim KKN PPM UGM Pesisir Gorontalo

Pantai menjadi daya tarik utama yang dapat menarik banyak wisatawan untuk datang ke Batudaa Pantai. Sepanjang garis pantai di Batudaa Pantai terdapat beberapa pantai yang dapat dinikmati bersama keluarga di akhir pekan. Salah Satunya, Pantai Karang Putih yang terletak di Desa lamu, Kecamatan Batudaa Pantai ini menawarkan keindahan ombak dan karangnya. Kekayaan biota laut yang terkandung di dalam laut pantai Karang Putih juga tidak kalah menariknya. Terkadang, bulu babi dan rumput laut dapat ditemukan dengan mudahnya di pantai ini.

Anak-anak bermain di Pantai Pasir Putih | Sumber: Dok. Pribadi Tim KKN PPM UGM Pesisir Gorontalo
Aktifitas Masyarakat Desa pada saat Sunset di Pantai Imbihami | Sumber: Dok. Pribadi Tim KKN PPM UGM Pesisir Gorontalo
Perkumpulan Ibu-ibu merajut kain Karawo | Sumber: Dok. Pribadi Tim KKN PPM UGM Pesisir Gorontalo

Selain potensi alam pesisir pantai yang ditawarkan, terdapat kerajinan yang menjadi ikon khas Batudaa Pantai. Kain rajut yang biasa disebut sebagai "Karawang" atau "Karawo" dalam bahasa gorontalo ini menjadi sebuah ikon budaya kerajinan yang menjadi aset bagi daerah. Kerajinan ini pada umumnya dikerjakan oleh ibu-ibu yang dengan sengaja berkumpul di sebuah saung pada pukul 10 pagi hingga malam untuk merajut sebuah kain dengan motif tertentu. Kerajinan ini memerlukan waktu hingga 2 minggu agar dapat menjadi sebuah motif.

Ingin mengetahui lebih lanjut?

Semua ulasan lengkap potensi desa baik dari potensi alam hingga budaya terangkum dalam Majalah Pesisir: Jendela Kehidupan Batudaa Pantai dalam link berikut:

https://issuu.com/anandasatrio/docs/majalah_pesisir_kkn_pesisir_gorontalo_2023