Konten dari Pengguna

Panduan Digital Mahasiswa FISIP UB Dukung Wisata Gentong Mas Sukolilo

Anandya Alexie Hafidzah Salamah

Anandya Alexie Hafidzah Salamah

Mahasiswa Psikologi Universitas Brawijaya.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Anandya Alexie Hafidzah Salamah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyerahan Luaran Karya Digital Engagement Handbook oleh FBD KOMPAK Kelompok 20 untuk Wisata Gentong Mas. Source: Penulis.
zoom-in-whitePerbesar
Penyerahan Luaran Karya Digital Engagement Handbook oleh FBD KOMPAK Kelompok 20 untuk Wisata Gentong Mas. Source: Penulis.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB) yang tergabung dalam kegiatan KKN pada Desa Sukolilo Kelompok 20 FBD KOMPAK FISIP UB hadir bukan hanya membawa materi sosialisasi, tetapi juga mempersembahkan sebuah karya, yaitu Digital Engagement Handbook.

Pembuatan handbook ini dilatarbelakangi oleh kondisi tim media sosial Wisata Gentong Mas yang hanya terdiri dari dua orang dan berbagi satu perangkat untuk mengelola akun. Dengan keterbatasan tersebut, dibutuhkan panduan praktis yang mudah dipahami dan diterapkan agar pengelolaan konten tetap konsisten, menarik, dan sesuai tujuan promosi digital wisata.

Mahasiswi FISIP UB dari Kelompok 20 FBD KOMPAK Desa Sukolilo merespons kebutuhan ini dengan merancang sebuah Digital Engagement Handbook yang menyesuaikan karakter lokal dan sumber daya yang ada.

“Meski hanya dua orang, cara tim media sosial Wisata Gentong Mas membuat konten sebenarnya sudah menarik dan mengikuti tren. Tapi sayangnya, tidak banyak konten yang mendapatkan engagement tinggi.” ujar perwakilan mahasiswa dari FBD KOMPAK Kelompok 20.

Handbook setebal 13 halaman tersebut memuat berbagi materi praktis seputar digital engagement, mulai dari segmentasi audiens, jenis konten yang cocok, format unggahan, kalender konten, hingga tips interaksi aktif.

Sebagai contoh, bagi segmen keluarga, konten edukatif dan informatif lebih disarankan di Youtube dan Facebook. Sementara untuk menjangkau Gen Z dan milenial, pengelola disarankan memaksimalkan TikTok dan Instagram dengan konten video pendek, testimoni, hingga cerita di balik layar proses wisata.

Selain itu, handbook juga memuat peak hours di sosial media sebagai jadwal unggahan, tips membuat caption yang persuasif, hingga panduan pengawasan seperti jumlah like, share, dan pertumbuhan pengikut sebagai indikator keberhasilan.

“Sekarang ‘tuh nggak cukup cuma upload foto bagus aja, tapi gimana caranya kita bisa bangun interaksi sama audiens. Nah, dari situ, digital engagement jadi kunci, karena makin aktif orang berinteraksi, makin tinggi juga peluang promosi dan penjualan jalan. Jadi ini bukan cuma soal eksis, tapi juga strategi marketing.” jelas Wakil Koordinator Desa Kelompok 20.

Penyusunan handbook ini merupakan bagian dari program KKN mahasiswa Kelompok 20 FBD FISIP UB. Mereka melihat potensi Gentong Mas yang kaya akan keindahan dan cerita lokal, namun belum banyak dikenal luas di media digital.

Dengan hadirnya buku panduan ini, harapannya Gentong Mas dapat lebih aktif di media sosial, membangun interaksi yang lebih menarik, dan meningkatkan kunjungan wisatawan. Tak hanya sekadar tempat wisata, tetapi juga menjadi ruang cerita yang hidup dan terus dibagikan.

Dengan kolaborasi antara kampus dan masyarakat, diharapkan wisata Gentong Mas tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang menjadi destinasi lokal yang dikenal lebih luas dan dicintai pengunjung dari berbagai daerah.