Bisnis
·
23 Juni 2020 7:52

Nike: Rahasia Penguasa Pasar Olahraga

Konten ini diproduksi oleh anargha nandiwardhana
Just Do It. Banyak dari kalian yang langsung mengenali slogan sederhana ini. Ditambah lagi sebuah logo swoosh merek ini. Ya, Nike sudah lama menjadi merek olahraga terpopuler. Market value Nike mencapai $130 Milyar. Mengalahkan Adidas dan Under Armour. Nike tidak serta merta mendapat keajaiban untuk dapat menjadi merek dagang penguasa pasar. Strategi yang dimiliki Nike mengambil peran penting dalam menghantarkan Nike ke titik tertingginya.
ADVERTISEMENT
Nike dikenal sebagai merek yang sering melakukan inovasi. Sebut saja teknologi Air pada lini sepatu mereka. Flyknit sebagai inovasi upper sepatu yang dapat meningkatkan kenyamanan. Teknologi terbaru yang dikeluarkan Nike adalah self-lacing pada sepatu Nike HyperAdapt. Dampak rajinnya Nike melakukan inovasi membuat mereka dapat menguasai hingga 45% pasar Amerika.
Untuk memenuhi jumlah permintaan yang sangat tinggi, Nike bekerja sama dengan perusahaan manufaktur untuk membuat produk mereka. Hingga 2018 Vietnam, China, dan Indonesia adalah negara paling banyak memproduksi produk Nike. Tak sepenuhnya mulus, Nike mendapat kritikan tentang keselamatan dan kesejahteraan karyawannya. Isu tentang rendahnya gaji pegawai atau jam kerja terlalu tinggi pernah menyeruak ke public. Namun, hal ini tidak mempengaruhi Nike sebagai salah satu merek dagang terbesar. Lalu apa saja strategi yang dilakukan Nike untuk dapat bertahan menjadi nomor 1?
ADVERTISEMENT
MARKETING STRATEGY
Awalnya Nike terkenal dengan guerrilla marketers. Dalam iklan, mereka focus kepada emosi para konsumen. Apabila diamati, iklan Nike lebih mengangkat cerita moral yang terkandung di dalamnya. Jarang sekali Nike memperlihatkan langsung produk iklan mereka. Selain itu, Nike juga berpartisipasi dalam event besar. Sebut saja Phenomenal Shot pada gelaran FIFA World Cup 2014 yang mendapatkan sukses besar.
Nike juga aktif dalam komunitas masyarakat. Terkenal dengan merek yang peduli mengenai isu sosial. Nike berkolaborasi dengan lebih dari 60 organisasi sosial. Contoh nyata dari peran Nike adalah dukungan kepada isu Human rights, LGBTQ, Feminisme, dan paling baru adalah Black Lives Matter.
SEGMENTATION
Target utama Nike adalah konsumen berumur 15-45 tahun. Mayoritas berfokus pada konsumen yang memiliki interest pada olahraga. Nike tidak berfokus pada kelas sosial tertentu. Hal ini dapat dilihat dari produk Nike yang memiliki beberapa range harga. Nike awalnya mentargetkan konsumen pria. Namun, saat ini Nike sedang menggodog sebuah strategi untuk konsumen wanita.
ADVERTISEMENT
Pasar utama Nike adalah pemuda di Amerika. Walaupun, saat ini Nike tetap menguasai pasar di Eropa ataupun Asia. Nike juga menggolongkan produk mereka ke dalam beberapa kategori lain. Apabila diperhatikan, terdapat kategori produk seperti football, basketball, outdoor, dan indoor. Adanya pengelompokan ini memudahkan calon konsumen memilih produk yang akan mereka beli.
TARGETING DAN POSITIONING
Nike memiliki target niche market. Lebih jelasnya, target pada pasar olahraga. Lebih lanjut lagi, Nike bekerja sama dengan para atletnya membuat sebuah produk khusus. Produk yang khusus untuk sang atlet dan dapat dikomersialkan. Sebut saja seperti sepatu Air Jordan atau sepatu Mercurial Superfly CR7. Teknik ini menstimulus konsumen untuk membeli produk tersebut dan memberikan perasaan lebih bagi konsumen.
ADVERTISEMENT
Dalam hal positioning, Nike mencoba menanamkan pada konsumen bahwa Nike adalah merek terbaik di bidang olahraga. Terbukti dengan produk mereka yang terkenal dengan kualitas terbaik. Selanjutnya slogan Just do it Nike memiliki arti penting bagi konsumen. Slogan tersebut memberikan pesan percaya diri pada konsumen. Menstimulus untuk membeli produk Nike dan mulai berolahraga.
MARKETING MIX
Marketing mix merujuk pada strategi yang akan diterapkan untuk menjalankan marketing plan. Marketing Plan sendiri terbagi menjadi empat, yaitu product, promotion, place, price (4P). Mulai dari produk terlebih dahulu. Sepatu adalah produk dengan minat terbesar. Untuk itu Nike terus melakukan pembaruan terhadap produk (seluruh produk) mereka. Produk terbaru yang dikeluarkan telah mendapat pembaruan dan peningkatan kualitas. Tingginya konsumen Nike juga membuat merek ini selalu memastikan produk unggulan mereka terdistribusi melalui merek lain yang dimilikinya, seperti Converse atau Hurley.
ADVERTISEMENT
Nike memasang harga kompetitif dengan merek pesaingnya. Harga yang dibanderol Nike berdasarkan target pasar mereka, yaitu premium segment. Konsumen yang memiliki dana cukup untuk membeli produk Nike. Konsumen yang membeli sebuah pakaian, jam, atau sepatu mahal sebagai simbol sosial mereka. Penggunaan value based pricing juga memberikan harga bagi konsumen yang sebanding. Mengapa bisa begitu? Jawabannya adalah persepsi konsumen. Kembali lagi ini berkaitan dengan produk Nike terkenal akan kualitasnya.
Urusan distribusi dan promosi Nike juga memiliki cara hebat. Pertama, Nike memiliki pintu penjualan melalui toko ritel, online, dan platform e-commerce. Toko ritel mengambil peran terbesar dalam penjualan produk Nike. Ketika berbelanja ke toko resmi Nike, konsumen dapat mencoba langsung produk mereka. Desain layout toko juga berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen. Kedua, Nike sangat galak dalam promosinya. Sebagai salah satu merek dagang olahraga terbesar, Nike melakukan promosi dengan endorsement. Sejumlah selebritis dan atlet papan atas digandeng Nike untuk meningkatkan citra mereka. Selain itu Nike juga sering mengadakan diskon produk. Terutama saat mendekati musim liburan, seperti diskon akhir tahun atau summer sale.
ADVERTISEMENT
Nike telah memiliki strategi luar biasa untuk menaklukan pasar. Tidak mengherankan jika Nike mampu bertahan menjadi merek terbesar di dunia. Selain produk berkualitas mereka mampu “hadir” di tengah masyarakat. Nike tidak hanya sebuah merek yang menjual sebuah produk untuk memperkaya satu pihak. Cerita yang dibuat Nike banyak menyentil kalangan masyarakat tertentu. Oleh karena itu Nike dapat dikatakan sebagai motivator seseorang untuk melakukan perubahan dalam hidupnya. Hal ini mengingatkan seluruh pebisnis, bahwa pada akhirnya seseorang harus dapat bermanfaat pada lingkungannya. Memberikan tindakan positif dan mendukung kebaikan.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020