Cerpen "Cantik Berasal dari Hati"

Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNIMED
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari anastasiarohulitona tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di Sekolah Menengah Atas yang berlokasi di Bandung, terdapatlah suatu kelas yang terdiri dari 36 siswa. Kelas ini didominasi oleh satu kumpulan perempuan cantik dan kaya yang diketuai oleh Geby. Geby merupakan siswa yang berasal dari keluarga kaya. Ayah Geby adalah seorang pengusaha di kota itu. Dengan kekayaannya Geby banyak didekati oleh teman-temannya.
Suatu hari, teman teman Geby mendengar bahwa akan ada siswi baru yang akan bergabung di kelas mereka, "Girls, dengar-dengar di kelas kita bakalan ada siswa baru loh, katanya dia cantik dan pintar", ucap teman-teman Geby. "Hah? Cantik? Palingan masih cantikan aku" sahut Geby. Beberapa menit kemudian, muncullah siswa baru tersebut yang didampingi oleh seorang guru yang bernama Pak Santo. Siswa baru itu namanya Zihan, dan benar dia mempunyai paras cantik. Zihan berasal dari SMA favorit yang ada di Bandung, namun dia pindah dikarenakan ingin menemani neneknya yang berdomisili dekat dengan sekolah barunya.
Pak Santo menyuruh perempuan itu untuk memperkenalkan dirinya di depan kelas "Halo, perkenalkan nama saya Zihan, senang bertemu dengan kalian semua semoga kita bisa berteman baik", siswa baru itu memperkenalkan dirinya disertai dengan senyuman manis. Semua siswa yang ada di kelas itu menyambut senyuman manis Zihan, tapi kecuali Geby. Raut muka Geby terlihat jelas bahwa dia menahan rasa cemburu dikarenakan siswa lain memuji Zihan.
Ketika jam istirahat tiba, Geby langsung menuju tempat duduk Zihan dan berkata " Hai anak baru! Kenalin gue Geby, gausah sok cantik karena tadi banyak siswa yang ngelirik lo. Karena siswa yang paling cantik di sekolah ini adalah gua. Dan buat lo semua, gak usah berteman sama anak ini", cetusnya dengan suara kuat. Sayangnya siswa yang lain tidak ada yang berani membantah perkataan Geby. Namun, Zihan hanya terdiam seolah-olah tidak menghiraukan perkataan Geby.
Suatu ketika, tibalah satu hari sebelum ulang tahun Geby. Dia tidak lupa mengundang para teman sekelasnya untuk mengikuti acara ulang tahunnya yang sangat meriah itu, namun lagi-lagi Zihan tidak ikut diundang. Tibalah hari ulang tahun Geby, semua undangan datang menghadiri pesta tersebut. Namun dipertengahan acara tiba-tiba datang beberapa polisi menghentikan acara tersebut dan berkata "Hentikan pesta ini, kami mencari bapak Anton", Pak Anton merupakan ayah dari Geby. "Itu bapak saya, Pak. Ada masalah apa?" tanya Geby terheran-heran. "Pak Anton tersangka dalam kasus pencucian uang dan penipuan. Pak Anton segera ikut kami ke kantor polisi untuk tindak lanjutnya". Kemudian pak Anton langsung dibawakan ke kantor polisi. Teman-teman Geby berbisik-bisik sepertinya sedang membicarakan Geby. Sontak Geby langsung lari ke dalam kamarnya dan mengurung diri karena malu.
Sudah tiga hari Geby tidak datang ke sekolah. Keesokan harinya Geby bersekolah, dan herannya dia disambut dengan tidak ramah, teman-temannya menjauhi dia dan tidak mau mendekatinya lagi. Lebih parahnya lagi, ketika baru saja memasuki pintu kelas, Geby diejek dan dilempari dengan kertas. "Kenapa kalian jahat sekali, dulu kalian selalu ku traktir. Apa kalian lupa itu?" Ucap Geby dengan intonasi menahan tangis. "Hahaha itu kan dulu, sekarang sudah beda anak pencuci uang!" Sahut teman-temannya. Tiba-tiba Zihan datang ke kelas dan terkejut dengan semua yang terjadi, dia melihat Geby sudah menangis dan menundukkan diri. Zihan langsung menarik tangan Geby ke samping kursinya, dan berkata kepada teman-teman yang lain "apakah begini sikap kalian kepada teman yang sedang dilanda bencana? Beginikah diri kalian yang sebenarnya? Tidak adakah hati nurani kalian?", Sontak semua terdiam dan langsung duduk di meja masing-masing. Lalu Geby berkata sambil menangis, "Kenapa kamu masih berbuat baik kepadaku padahal selama ini aku tidak pernah berbuat baik kepada mu?". "Aku sudah melupakan kejadian-kejadian kemarin, lagipula aku tidak mengambil pusing atas perlakuan mu terhadap ku", jawab Zihan. Kemudian Geby bertambah sedih atas jawaban itu dan berjanji untuk mengubah sikapnya menjadi lebih baik lagi.
