Konten dari Pengguna

Mahasiswa Pendidikan Geografi UMS Lolos Fully Funded Mengabdi di Wilayah 3T

Asa Karsa

Asa Karsa

Geography Education - DPM FKIP UMS

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Asa Karsa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Surakarta - Andarifka Daffa Aryabima, Mahasiswa Pendidikan Geografi FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), berhasil terpilih sebagai salah satu dari delapan peserta fully funded dalam program Ekspedisi Pulau Terluar 5.0 yang digelar Barakati Indonesia. Kegiatan ini berlangsung pada 9–19 Juni 2025 di Desa Madobag, Siberut Selatan, Kepulauan Mentawai, salah satu wilayah yang termasuk kategori 3T (terdepan, terluar, tertinggal).

Sektor PSDMA bersama Masyarakat. (Foto: Amam)
zoom-in-whitePerbesar
Sektor PSDMA bersama Masyarakat. (Foto: Amam)

Seleksi Ketat, Hanya 8 Orang Lolos

Lebih dari 250 pendaftar dari seluruh Indonesia mengikuti proses seleksi program ini. Dari jumlah tersebut, hanya 8 orang yang berhak mendapatkan fully funded. Total ada 18 delegasi yang berangkat, terbagi dalam tiga sektor: Pendidikan, Kesehatan, serta Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Alam (PSDMA).

Fully Funded Ekspedisi Pulau Terluar 5.0 (Foto: Barakati)

Perjalanan Panjang Menuju Madobag

Perjalanan menuju Desa Madobag menjadi pengalaman tersendiri. Para delegasi menempuh 28 jam perjalanan laut dimulai dari Pelabuhan Teluk Bayur menuju dermaga Tuapejat, Sipora dan Tiba di Muara Siberut. Lalu melanjutkan perjalanan darat selama dua jam di jalur yang kondisinya masih terbatas.

Perjalanan darat menuju Desa Madobag. (Foto: Barakati)

Keterbatasan transportasi, listrik, dan internet menjadi tantangan nyata di Desa Madobag. Meski begitu, semangat para delegasi tetap tinggi untuk menjalankan pengabdian bersama masyarakat.

Kontribusi Nyata di Sektor PSDMA

Sebagai bagian dari sektor PSDMA, Andarifka ikut terlibat dalam berbagai program kerja, antara lain:

  • Smart Tourism Solutions – pelatihan tata kelola wisata, branding, dan promosi desa.

  • Akses Desa untuk Semua – plangisasi dan geomapping untuk mendukung aksesibilitas wilayah.

  • Rasa dan Cerita Madobag – pelatihan pengembangan produk lokal berbahan dasar pisang selai dan pengemasan souvenir.

  • Pelatihan Olah Sampah Organik – penerapan teknologi sederhana biopori sebagai solusi limbah rumah tangga.

Menurut Andarifka, program-program ini bukan hanya membantu masyarakat secara praktis, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru berbasis pariwisata dan produk lokal.

Fasilitator dan Delegasi bersama Suku Sikerei. (Foto: Amam)

Inspirasi bagi Mahasiswa

Bagi Andarifka, pengalaman di Mentawai adalah bukti nyata bahwa mahasiswa punya peran penting sebagai agent of change.

“Pengalaman ini bukan sekadar prestasi pribadi, tapi juga tanggung jawab untuk memberi dampak positif. Saya berharap semakin banyak mahasiswa UMS, khususnya Pendidikan Geografi, yang berani turun langsung dan berkontribusi di daerah 3T,” ungkapnya.