Dorong Nilai Tambah Kelapa Jojame Lewat Desiccated Coconut

Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat Pulau Terluar - Barakati Indonesia. Universitas Muhammadiyah Surakarta
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Andarifka Daffa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Halmahera Selatan, 6 Oktober 2026 — Melimpahnya komoditas kelapa di Desa Jojame, Kecamatan Bacan Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, menjadi peluang untuk dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah. Melihat potensi tersebut, Tim Ekspedisi Patriot Bacan 2026 melakukan pendampingan bersama masyarakat dalam pengolahan kelapa menjadi desiccated coconut atau kelapa parut kering.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (6/10) ini diikuti oleh sejumlah ibu-ibu dan beberapa bapak-bapak masyarakat Desa Jojame. Proses pengolahan dilakukan secara bersama-sama, mulai dari persiapan bahan hingga pengolahan kelapa menjadi produk desiccated coconut.
Pendampingan ini tidak hanya berfokus pada menghasilkan produk, tetapi juga menjadi ruang untuk mencoba dan membandingkan metode pengolahan. Dalam prosesnya, dilakukan perbedaan perlakuan dengan menggunakan asam sitrat atau bahan sejenisnya dan tanpa menggunakan bahan tersebut.
Perbedaan perlakuan tersebut dilakukan untuk melihat karakteristik dan kualitas hasil akhir dari desiccated coconut. Masyarakat bersama Tim TEP Bacan 2026 kemudian dapat mengamati perbedaan hasil yang diperoleh dari masing-masing proses.
Kegiatan ini berlangsung dengan pendekatan partisipatif. Masyarakat tidak hanya menjadi peserta, tetapi ikut terlibat langsung dalam proses pengolahan dan memberikan pengalaman serta pengetahuan yang mereka miliki mengenai komoditas kelapa. Bagi Tim TEP Bacan 2026, pendampingan tersebut juga menjadi proses belajar bersama. Pengetahuan yang dibawa oleh tim dipertemukan dengan pengalaman masyarakat dalam mengelola potensi kelapa yang telah tersedia di lingkungan mereka.
Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang proses kegiatan. Setelah melihat hasil pengolahan, masyarakat menunjukkan ketertarikan untuk memproduksi desiccated coconut dalam jumlah yang lebih banyak. Ketertarikan tersebut muncul karena masyarakat melihat adanya peluang untuk mengembangkan kelapa menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan dapat dipasarkan lebih luas.
Desa Jojame merupakan salah satu desa penyangga rencana kawasan transmigrasi yang memiliki potensi komoditas kelapa cukup melimpah. Selama ini, kelapa menjadi salah satu komoditas yang dekat dengan kehidupan masyarakat dan memiliki peluang untuk dikembangkan lebih lanjut melalui pengolahan.
Pengolahan menjadi desiccated coconut menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan nilai ekonomi komoditas tersebut. Kelapa yang sebelumnya dapat dijual dalam bentuk bahan mentah, memiliki peluang untuk diolah menjadi produk yang lebih siap dipasarkan.
Masyarakat Desa Jojame pun menyampaikan keinginan untuk mengembangkan produksi desiccated coconut secara lebih banyak agar dapat dipasarkan di Labuha. Labuha sebagai pusat aktivitas pemerintahan dan ekonomi di Kabupaten Halmahera Selatan menjadi salah satu pasar yang berpotensi dijangkau oleh produk olahan masyarakat Jojame.
Pengembangan produk tersebut tentunya masih membutuhkan proses lanjutan, terutama dalam menjaga konsistensi kualitas, pengemasan, kapasitas produksi, hingga pemasaran. Namun, antusiasme masyarakat menjadi modal awal yang penting dalam mengembangkan hilirisasi komoditas kelapa di tingkat desa. Pendampingan pembuatan desiccated coconut menjadi salah satu bagian dari upaya TEP Bacan 2026 dalam melihat dan mengembangkan potensi ekonomi masyarakat di wilayah penyangga transmigrasi.
Hilirisasi tidak selalu harus dimulai dari industri berskala besar. Di Desa Jojame, proses tersebut dapat dimulai dari komoditas yang telah tersedia dan dekat dengan kehidupan masyarakat, kemudian dikembangkan melalui pengolahan sederhana yang memiliki peluang pasar. Melalui proses belajar bersama, masyarakat dan Tim TEP Bacan 2026 mencoba melihat bagaimana kelapa dapat memiliki nilai tambah ketika tidak berhenti sebagai komoditas mentah.
Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat Desa Jojame untuk terus mengembangkan produk turunan kelapa, memperluas akses pasar, serta menciptakan peluang ekonomi baru yang bersumber dari potensi lokal. Pada akhirnya, hilirisasi bukan hanya tentang mengubah bahan mentah menjadi sebuah produk, tetapi juga tentang bagaimana potensi yang ada di desa dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat yang mengelolanya.
