Konten dari Pengguna

6 Adab Berpuasa

Andas Nidaa'an Khofiyya

Andas Nidaa'an Khofiyya

Mahasiswa S1 PGSD Universitas Muhammadiyah Surabaya

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Andas Nidaa'an Khofiyya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

6 Adab Berpuasa. Foto: Andas Nidaa'an Khofiyya
zoom-in-whitePerbesar
6 Adab Berpuasa. Foto: Andas Nidaa'an Khofiyya

Kata "adab" berasal dari bahasa Arab أَدَّبَ - يُؤَدِّبُ (addaba - yuaddibu) yang berarti mendidik atau pendidikan. Kata "adab" dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) memiliki arti kesopanan, budi pekerti, atau akhlak. Sedangkan kata "puasa" memiliki arti menahan diri. Untuk itu adab berpuasa dapat diartikan sebagai pendidikan dalam menahan diri.

Pendidikan dalam menahan diri disini memiliki makna kata yang luas. Banyak orang di luar sana mengatakan jika puasa itu menahan dari diri dari makan dan minum, padahal dengan berpuasa kita juga harus dapat menahan dari hal-hal buruk yang akan kita lakukan (seperti, berkata kotor, menggunjing, dan lain sebagainya).

Oleh karena itu, ada beberapa adab berpuasa yang dapat kami paparkan, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Niat yang Ikhlas. Niat merupakan syarat sahnya suatu ibadah, termasuk puasa. Niat puasa harus dilakukan dengan ikhlas semata-mata karena Allah SWT., bukan karena ingin dipuji (riya’). Sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh HR. Bukhari dan Muslim.

    إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

    Artinya: "Sesungguhnya segala perbuatan itu tergantung niatnya, dan sesungguhnya bagi setiap orang (akan dikabulkan) apa yang ia niatkan." (HR. Bukhari dan Muslim)

  2. Menahan Diri dari Perkara yang Membatalkan. Puasa mengharuskan kita menahan diri dari makan, minum, dan segala perbuatan yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

    وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ

    Artinya: “...dan makan minumlah hingga terang bagimu perbedaan antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam..." (QS. Al-Baqarah: 187)

  3. Menjaga Diri dari Perbuatan dan Perkataan yang Tidak Terpuji. Puasa bukan hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga dari perbuatan dan perkataan yang tidak baik, seperti berbohong, menggunjing, dan berkata kotor.

    إِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ

    Artinya: “Apabila seseorang di antara kamu berpuasa, maka janganlah ia berkata kotor dan jangan pula berbuat keji. Jika ada orang yang mencacinya atau mengajaknya bertengkar, maka hendaklah ia mengatakan, 'Sesungguhnya aku sedang berpuasa.'" (HR. Bukhari dan Muslim)

  4. Memperbanyak Ibadah dan Amal Sholeh. Bulan ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak ibadah dan amal shaleh, seperti membaca Al-Quran, shalat tarawih, bersedekah, dan berzikir.

    وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

    Artinya: "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al-Baqarah: 195)

  5. Sahur dan Berbuka dengan Tepat Waktu. Waktu sahur dimulai dari pertengahan malam hingga menjelang terbit fajar (masuknya waktu subuh). Dianjurkan untuk mengakhirkan sahur, yaitu makan dan minum sebelum terbit fajar atau masuk waktu shubuh. Sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh HR. Bukhari dan Muslim.

    تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً

    Artinya: "Sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur itu terdapat keberkahan." (HR. Bukhari dan Muslim)

    Sedangkan, waktu berbuka puasa dimulai saat matahari terbenam (masuknya waktu maghrib). Disunnahkan untuk menyegerakan berbuka puasa.

    إِذَا أَقْبَلَ اللَّيْلُ مِنْ هَاهُنَا وَأَدْبَرَ النَّهَارُ مِنْ هَاهُنَا وَغَرَبَتِ الشَّمْسُ فَقَدْ أَفْطَرَ الصَّائِمُ

    Artinya: "Apabila malam telah datang dari arah ini dan siang telah pergi dari arah ini, serta matahari telah terbenam, maka orang yang berpuasa telah berbuka." (HR. Bukhari dan Muslim)

  6. Berdoa Saat Berbuka Puasa. oa merupakan salah satu bentuk ibadah. Dianjurkan untuk berdoa saat berbuka puasa sebagai ungkapan syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.

    إِنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ دَعْوَةً لَا تُرَدُّ

    Artinya: "Sesungguhnya doa orang yang berpuasa ketika ia berbuka adalah mustajab." (HR. Tirmidzi)