Konten dari Pengguna

Jambore Sahabat Anak XXVII: Indonesia Bercerita, Anak-Bangsa Berbahagia

Andhika Chandra Kias Chahyadi

Andhika Chandra Kias Chahyadi

Aktif sebagai Tentor di Salemba Group dan Relawan Pengabdian

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Andhika Chandra Kias Chahyadi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kegiatan Jambore Sahabat Anak Nasional XXVII pada tanggal 26-27 Juli 2025 di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta.
zoom-in-whitePerbesar
Kegiatan Jambore Sahabat Anak Nasional XXVII pada tanggal 26-27 Juli 2025 di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta.

Hari itu, langit cerah seolah ikut merayakan. Di ruang terbuka yang banyak pepohonan, sekelompok anak dari berbagai latar belakang berkumpul dan dipertemukan dalam kegiatan bernama Jambore Sahabat Anak XXVII. Kegiatan ini diadakan untuk yang ke-27 kalinya selama 2 hari 1 malam di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta. Jambore Sahabat Anak XXVII mengangkat tema Indonesia Bercerita, berawal dari kepercayaan bahwa “Ada dunia di balik cerita, cerita yang penuh warna, dan penuh tanya.”

Anak-anak yang dilibatkan sebanyak 560 anak, termasuk anak-anak marginal binaan komunitas Sahabat Anak yaitu, SA Bojong Indah, SA Cijantung, SA Gambir, SA Grogol, SA Kota Tua, SA Manggarai, SA Tanah Abang, SA Rusunawa Cakung Barat, dan Pusat Kegiatan Anak (PKA). Selain itu, terdapat 18 organisasi mitra Sahabat Anak yang berasal dari luar kota Jakarta.

Kegiatan JSA XXVII sebagai panggung anak-anak untuk mengekspresikan dirinya dan tema Indonesia Bercerita sebagai panggilan untuk menumbuhkan kembali kecintaan anak-anak terhadap identitas budaya bangsa dan kearifan lokal yang hidup dalam cerita rakyat.

Kegiatan JSA XXVII tentunya dapat terlaksana dengan semangat gotong royong semua pihak untuk memberikan pelayanan terbaik untuk anak dan dalam momentum Hari Anak Nasional. Kegiatan ini terdapat beberapa segmen, setiap segmen dirancang untuk menumbuhkan kepercayaan diri, kemandirian, kerjasama, dan minat membaca anak. Mereka dikenalkan dengan cerita rakyat atau tokoh yang terdapat pada cerita rakyat melalui nama tenda mereka masing-masing, seperti Si Pitung, Toba& Samosir, Malin Kundang, Lutung Kasarung, Serunting si Pahit Lidah, Kabayan, Si Jampang, Ande-ande lumut, Roro Jonggrang, Timun Mas, Keong Mas, Bawang Merah dan Bawang Putih, Putri Mandalika, Situ Bagendit, Si Mirah, dan Dewi Sri.

Kegiatan JSA XXVII dikemas dengan semangat belajar, bermain, dan berkarya. Inilah panggung anak-anak untuk bertumbuh, bersosialisasi, dan berani bermimpi untuk mencapai cita-cita yang dituju melalui pengalaman langsung. Mereka akan mendatangi setiap pos workshop atau games untuk belajar, bermain dan berkarya dengan di pandu oleh Tim Acara dan kakak pendamping. Dalam momen kebersamaan ini, Tim Acara dan kakak pendamping menjalankan peran penting sebagai sahabat yang menemani perjalanan anak-anak dalam menggali potensi mereka. Kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran dua arah yaitu anak yang belajar dari lingkungan, sementara kakak pendamping belajar untuk tulus dan sabar dalam menghadapi spontanitas anak-anak.

JSA XXVII adalah contoh panggung pelestarian kearifan lokal Indonesia yang dikemas dengan semangat belajar, bermain, dan berkarya. Selain itu, kegiatan ini menjadi bukti bahwa banyak pihak yang peduli terhadap kehidupan anak anak marginal.

Sebagai sahabat kebahagiaan dan keceriaan anak-anak merupakan bayaran yang tidak ternilai harganya, kegiatan ini boleh selesai tetapi semangat hari anak tidak boleh padam. Oleh karena itu, mari secara bersama-sama kita ambil peran, lindungi, perhatiin, dan bahagiakan anak-anak untuk mencapai generasi penerus bangsa yang hebat dan berbudaya.