Konten dari Pengguna

Prosesi Tepung Tawar Menyambut Kapolda Baru Kaltara

edhie prayitno ige

edhie prayitno ige

penyuka anggrek gratisan

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari edhie prayitno ige tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kapolda Kaltara yang baru dilantik, Brigjen Pol Djati Wiyoto Abadhy menerima kalungan bunga saat prosesi tepung tawar.
zoom-in-whitePerbesar
Kapolda Kaltara yang baru dilantik, Brigjen Pol Djati Wiyoto Abadhy menerima kalungan bunga saat prosesi tepung tawar.

Kehangatan menyelimuti kedatangan Kapolda Kalimantan Utara (Kaltara) yang baru, Brigjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K. Kedatangan Kapolda ini bersama istri, Diana Sari Djati, di kota Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, pada Selasa sore (26/08/2025).

Setibanya di Pelabuhan Speed Kayan I Tanjung Selor, Kapolda Djati dan Sari Djati disambut Gubernur Kaltara, Drs. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H., M.Hum., bersama Kasrem 092/Maharajalila, Kolonel Infanteri Darwis Effendi, S.E., M.M., Wakapolda Kaltara Brigjen Pol. Soeseno Noerhandoko, S.I.K., serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kaltara.

Penyambutan itu disertai prosesi adat tepung tawar, sebuah tradisi Melayu yang sarat makna. Dengan penuh khidmat, tokoh adat mempersiapkan air suci yang telah didoakan, dicampur daun pandan dan cengkeh yang memancarkan aroma kesucian.

Air ini kemudian dipercikkan ke Kapolda dan istri menggunakan daun, sebagai simbol pembersihan spiritual dan doa keselamatan. Tepung beras, lambang kemurnian, ditaburkan lembut di kepala dan pundak mereka, sebagai simbol harapan akan keberkahan dan kesejahteraan.

Pelan, ritmis dan sakral adalah kesan yang muncul saat doa dan pantun adat mengalun. Semua berdoa berisi permohonan agar Kapolda diberi kesehatan, kesuksesan, dan perlindungan dalam menjalankan tugas mulia. Prosesi ditutup dengan pengalungan bunga dan pemberian buket bunga kepada Sari Djati, tanda penghormatan dari masyarakat Kaltara.

Tak hanya itu, prosesi dilanjutkan dengan tarian adat menggambarkan kekayaan budaya dan semangat gotong royong masyarakat setempat.

Menurut Kabid Humas Polda Kaltara, Kombes Pol Budi Rachmat, S.I.K., M.Si, sudah menjadi tradisi menyambut pemimpin baru dengan prosesi tepung tawar.

“Ini bukan sekadar seremoni, tetapi cerminan nilai-nilai luhur masyarakat Kaltara yang penuh hormat dan optimisme menyambut pemimpin baru," kata Kabid Humas Polda Kaltara, Kombes Pol Budi Rachmat, S.I.K., M.Si.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Djati Wiyoto Abadhy menyampaikan tekadnya mendarmabaktikan semua ilmu dan tenaganya bagi masyarakat.

"Kami tidak hanya ingin menjaga keamanan, tetapi juga membangun kepercayaan melalui pelayanan yang humanis. Plato bilang kalau kita dilahirkan untuk kebaikan bersama, bukan hanya untuk diri sendiri. Bukan hanya kepada manusia , namun semua makhluk ciptaanNya," kata Brigen Pol Djati.

Ia berkomitmen menjadikan Polda Kaltara sebagai institusi yang dekat dengan masyarakat, melindungi dengan hati, dan mengabdi dengan penuh integritas.

Usai disambut dengan penuh keakraban, rombongan Kapolda menghadiri acara ramah tamah di ruang VIP Pelabuhan Speed Kayan I. Dalam suasana santai mereka berbagi harapan untuk memperkuat sinergi demi kemajuan Kaltara. Rombongan kemudian meninggalkan pelabuhan dengan semangat baru untuk memulai tugas mulia menjaga keamanan dan kesejahteraan masyarakat.

Mengenal Prosesi Tepung Tawar

Prosesi tepung tawar adalah kearifan budaya Melayu. Air suci dan tepung beras yang digunakan melambangkan pembersihan spiritual. Ini simbol mempersiapkan sang pemimpin untuk memulai tugas dengan hati dan jiwa yang bersih dari segala energi negatif.

Tradisi ini menjadi doa tulus masyarakat, ungkapan harapan agar Kapolda dan istri senantiasa diberi keselamatan, keberkahan, dan kesuksesan dalam menjalankan amanah. Lebih dari itu, prosesi ini mencerminkan sikap ramah tamah dan semangat gotong royong masyarakat Kaltara, yang dengan tangan terbuka menyambut pendatang untuk bersama membangun harmoni.

“Ini adalah cara kami menghormati dan mengikat tali silaturahmi,” kata seorang tokoh adat setempat.

Dengan tepung tawar, masyarakat Kaltara menitipkan pesan agar kepemimpinan baru mampu menjaga kedamaian dan mendukung kemajuan bersama.

Sambutan kedatangan Kapolda Djati Wiyoto Abadhy ini mengingatkan bahwa dengan kebersamaan, tradisi, dan semangat positif, Kaltara pasti melangkah menuju masa depan yang lebih cerah.

Rekam Jejak dan Prestasi Brigjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy

Brigjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 3 Agustus 1969. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991, seangkatan dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Djati dikenal sebagai perwira berpengalaman di bidang intelijen dan keamanan (intelkam) dengan karier cemerlang dan dedikasi tinggi.

Berikut riwayat kariernya:

- Awal Karier: Memulai perjalanan sebagai perwira di satuan elite Brigade Mobil (Brimob), ia mengasah kemampuan menangani situasi keamanan kompleks.

- Kapolres Barito Selatan (Polda Kalteng): Memimpin dengan tegas dan humanis, ia menjaga keamanan di wilayah Barito Selatan.

-Wadirintelkam Polda Kalteng (2012): Sebagai Wakil Direktur Intelijen, ia mengembangkan strategi deteksi dini gangguan keamanan.

-Dirintelkam Polda Riau (2014): Memimpin Direktorat Intelijen, ia memperkuat sistem pencegahan konflik sosial dan kriminalitas.

-Kasubdit I Ditsosbud Baintelkam Polri (2016): Di Mabes Polri, ia menganalisis isu sosial budaya untuk mendukung kebijakan keamanan nasional.

-Analis Utama Tk. I Baintelkam Polri: Merumuskan kebijakan intelijen strategis dengan pendekatan mendalam.

- Kabidkerma Baintelkam Polri (2020): Memperkuat kerja sama antarinstansi untuk stabilitas keamanan nasional.

-Dirintelkam Polda Jateng (2020-2021): Memimpin intelijen di wilayah strategis Jawa Tengah dengan pendekatan proaktif.

-Dirkamsus Baintelkam Polri (2021-2024): Sebagai Direktur Keamanan Khusus, ia meraih pangkat Brigadir Jenderal dan menangani isu keamanan sensitif.

-Wakapolda Kalimantan Timur (April-Juni 2024): Meski singkat, ia memperkuat keamanan di wilayah kaya sumber daya.

- Wakapolda Metro Jaya (Juli 2024): Memimpin upacara pembukaan Pendidikan Bintara Polri Gelombang II T.A. 2024, menunjukkan komitmen pada pembinaan generasi polisi.

-Kapolda Kaltara (Agustus 2025): Ditunjuk melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1764/VIII/KEP./2025, ia dipromosikan menjadi Irjen Polisi, siap memimpin Kaltara yang strategis.

Prestasi dan Reputasi:

Djati dikenal tegas, disiplin, dan visioner, dengan keahlian dalam sistem deteksi dini ancaman keamanan, termasuk konflik sosial dan terorisme. Pendekatan humanisnya diharapkan memperkuat sinergi dengan Forkopimda dan komunitas lokal di Kaltara, mendukung stabilitas dan pembangunan berkelanjutan.

Kiprahnya di berbagai posisi strategis menegaskan kapasitasnya sebagai pemimpin adaptif dan inovatif, siap menghadapi tantangan di wilayah perbatasan Kaltara. [][][]