Saat Mahasiswa Berhadapan Dengan Kemiskinan

penyuka anggrek gratisan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari edhie prayitno ige tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kemiskinan masih menjadi isu kuat persoalan sosial. Nyaris semua mencoba mengatasi persoalan ini. Salah satunya dilakukan para mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata.
Setidaknya ada 49 mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) menggelar KKN Iptek bagi Daerah Binaan Undip (IDBU) 53 di Desa Pasigitan, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal. Mereka fokus membantu mengentaskan kemiskinan melalui pemberdayaan perempuan dan kesehatan mental anak.
Menurut koordinator KKN mahasiswa, Jessica Anggrin Yunan Devona, kemiskinan sesungguhnya bukan hanya persoalan kekurangan harta, tetapi juga kurangnya pengetahuan dan kesempatan.
"Kami ingin membuka peluang baru bagi warga Pasigitan, terutama perempuan dan anak-anak," katanya.
Dalam pembukaan KKN di Balai Desa Pasigitan, dihadiri semua elemen masyarakat. Para mahaiswa ini juga didampingi Dr. Kartika Sari Dewi, S.Psi., M.Psi., Dr. Unika Prihatsanti, S.Psi., M.A., Dr. Maman Somantri, S.T., M.T., dan Ir. Titik Istirokhatun, S.T., M.Sc., Ph.D sebagai dosen pembimbing dan pendamping.
Kepala Desa Pasigitan, Hartoyo, menyambut program itu dengan antusias.
“Terima kasih sudah memilih desa kami. Semoga program kalian bawa perubahan nyata,” katanya.
Data kemiskinan di Kabupaten Kendal menurut Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, mencapai 9,35%, lebih tinggi dari rata-rata nasional 9,03%. Sementara di Jawa Tengah, angka kemiskinan per Maret 2025 tercatat 9,48%, dengan 3,37 juta penduduk miskin.
Kendal memiliki 92.710 jiwa miskin dari total 1.052.830 penduduk, menempati peringkat 17 terendah dari 35 kabupaten/kota di provinsi ini.
"Kami merancang program multidisiplin berbasis kebutuhan lokal," kata Jessica.
Di Dusun Sekargadung, mereka meluncurkan pelatihan untuk meningkatkan kepercayaan diri ibu dalam pengasuhan dan edukasi seksualitas dan mencegah pernikahan dini. Sementara di Dusun Munding dan Siranti fokus pada pemberdayaan perempuan melalui keterampilan dan pendidikan karakter anak.
Untuk program di Dusun Krajan para mahasiswa ini mengembangkan UMKM perempuan dan ruang ekspresi untuk kesehatan mental anak. Kemudian di Dusun Suringgono mengusung “Positive Parenting” dan “Anti-Bullying”, sedangkan Dusun Ngumpul memperkenalkan pengelolaan sampah rumah tangga dan program keluarga tangguh berbasis emosi anak.
"Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan melalui UMKM dapat meningkatkan pendapatan keluarga hingga 20% di pedesaan," kata Jessica.
Sementara itu penelitian lain mengungkap bahwa edukasi kesehatan mental anak dan parenting positif mampu mengurangi stres keluarga yang menjadi pemicu kemiskinan kronis. Laporan UNICEF (2024) menegaskan kesehatan mental anak sebagai fondasi masyarakat tangguh, mendukung keberlanjutan program KKN.
Dalam laporan akhir saat para mahasiswa ditarik, Kepala Desa Pasigitan mengapresiasi program itu.
“Kontribusi kalian sangat berarti, terutama untuk ibu-ibu dan anak-anak. Semoga ini terus berlanjut," katanya.
Disampaikan pula berdasarkan data BPS (2023),program berbasis komunitas seperti KKN dapat meningkatkan partisipasi masyarakat hingga 15%, untuk mendukung keberlanjutan inisiatif ini.
Semua berharap program akan berlanjut. Tentu disempurnakan dengan sinergi antara strategi pengentasan kemiskinan di Kendal, optimalisasi CSR dan kolaborasi dengan Kawasan Industri Kendal. [][][]
