Mahasiswa KKN Unhas Ajak Warga Olah Sampah Jadi Kompos Organik dari Ember Bekas

Mahasiswa Sosiologi Universitas Hasanuddin
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Andi Farhan Fauzi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pemberdayaan Masyarakat Universitas Hasanuddin (UNHAS) telah melaksanakan program kerja berupa pelatihan pembuatan kompos organik menggunakan ember bekas. Kegiatan ini berlangsung pada hari Minggu, 20 Juli 2025, di lapangan lingkungan Borong, Kelurahan Borongloe, Kabupaten Gowa. Program ini digagas oleh Andi Muhammad Nooralif, mahasiswa dari jurusan Teknik Lingkungan.
Kegiatan ini menargetkan masyarakat Kelurahan Borongloe dengan tujuan memberikan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik. Selain itu, pelatihan ini bertujuan untuk melatih warga membuat kompos secara mandiri menggunakan komposter sederhana dari bahan-bahan yang mudah didapat. Upaya ini juga dimaksudkan untuk mengurangi volume sampah rumah tangga yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) serta meningkatkan kepedulian dan peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjadi pengurangan pencemaran dan penumpukan sampah organik di lingkungan Borong. Pengelolaan sampah secara mandiri di tingkat rumah tangga diyakini akan membawa dampak positif yang luas, baik dari segi lingkungan, sosial, ekonomi keluarga, maupun dukungan terhadap program pemerintah.
Dalam kegiatan ini, pemateri menjelaskan secara singkat dan sistematis tentang cara membuat kompos organik dari ember sederhana, mulai dari alat dan bahan yang diperlukan, langkah-langkah pembuatan, hingga tips agar proses pengomposan berjalan optimal. Metode yang digunakan mencakup sesi sosialisasi dan praktik langsung.
Sekitar 30 warga hadir dalam kegiatan tersebut dan turut aktif dalam sesi tanya jawab. Salah satu peserta, Pak Wempy Rusli, mengajukan pertanyaan terkait penggunaan kompos sebagai pestisida. “Penggunaan kompos pada jenis pestisida apa? Karena ada beberapa jenis pestisida, seperti herbisida untuk membasmi tanaman pengganggu, insektisida untuk membasmi hama serangga, dan fungisida untuk mencegah pertumbuhan jamur,” tanyanya.
Menanggapi hal tersebut, Andi Muhammad Nooralif menjelaskan bahwa kompos dapat berfungsi sebagai pestisida, khususnya insektisida, dalam membasmi serangga pada tanaman.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi awal bagi masyarakat Borongloe dalam menerapkan pengelolaan sampah organik secara berkelanjutan dan mendukung praktik pertanian ramah lingkungan.
