Mahasiswa KKN UNHAS Inisiasi KSM TPS 3R di Desa Tanete

Mahasiswa Sosiologi Universitas Hasanuddin
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Andi Farhan Fauzi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (UNHAS) yang ditempatkan di Desa Tanete, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), menginisiasi musyawarah pembentukan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) untuk Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) di aula kantor Desa Tanete, Rabu (23/07).
Musyawarah ini dihadiri oleh berbagai elemen penting, di antaranya Kepala Desa Tanete, Baharuddin, SE., yang membuka kegiatan secara resmi; Sekretaris Desa, Fatahullah, S.Ag., selaku moderator jalannya diskusi; serta para staf desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), kader Program Keluarga Harapan (PKH), bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, dan warga setempat. Turut hadir Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sidrap, Dr. Ir. H. Muhammad Yusuf, ST., M.Eng., beserta rombongan. Selain itu, hadir pula Amannang Saily E, Kepala TPS 3R Majelling, yang kini dijadikan TPS percontohan tingkat kabupaten.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja utama mahasiswa KKN UNHAS Posko Desa Tanete yang terdiri atas empat orang: Muh Arwansyah, Putri Nurul Ali, Chrisielin Widyana Susanto, dan Andi Farhan Fauzi. Mereka didampingi langsung oleh dosen pendamping KKN (DPK) dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNHAS, Saharuddin, S.IP., M.Si.
Pembentukan KSM TPS 3R ini bertujuan untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang tidak hanya mengurangi volume sampah rumah tangga yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga memberdayakan warga dalam proses pemilahan, pengumpulan, dan pengolahan sampah. Program ini didorong oleh kebutuhan mendesak akan solusi berbasis lokal terhadap persoalan persampahan, terutama di tingkat desa.
“Bila KSM ini terbentuk, maka ini akan menjadi TPS ke-9 yang beroperasi di Kabupaten Sidrap,” ungkap Amannang Saily E, Kepala TPS 3R Majelling yang juga hadir sebagai narasumber sekaligus perwakilan dari TPS percontohan di Kabupaten Sidrap.
Senada dengan itu, Sekretaris Desa Tanete, Fatahullah, menyampaikan harapannya agar inisiatif ini tidak hanya berakhir pada pembentukan kelembagaan semata, tetapi benar-benar mampu memicu perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri. “Semoga masyarakat dapat secara aktif terlibat dalam pengelolaan sampah, mulai dari pemilahan sampai pengolahan, sehingga dapat mengurangi beban sampah yang dibuang pada tempat pembuangan akhir,” tuturnya.
Musyawarah pembentukan ini ditutup dengan kesepakatan awal mengenai struktur dan pembagian tugas calon anggota KSM, serta rencana tindak lanjut berupa pelatihan teknis dan kunjungan lapangan ke TPS 3R Majelling.
Program KKN UNHAS ini diharapkan dapat menjadi pemicu terbentuknya lebih banyak TPS 3R di wilayah Sidrap dan menjadi contoh konkret kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mewujudkan desa yang bersih, sehat, dan lestari.
