Kumplus- Opini 3 Andi Widjajanto
5 Mei 2021 17:15

Daur Hidup KRI Nanggala 402

Tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402 memunculkan kembali beberapa masalah klasik dalam pengelolaan sistem senjata Indonesia. Tulisan ini berusaha untuk merangkum masalah-masalah tersebut dalam satu terminologi inti: pendekatan daur hidup (life cycle) sistem senjata.
Pendekatan daur hidup menuntut diterapkannya perencanaan jangka panjang berkesinambungan untuk mengoperasikan suatu sistem senjata tertentu. Daur hidup sistem senjata idealnya diawali sejak proses rancang bangun senjata, terutama untuk mendapatkan karakter senjata yang sesuai dengan kriteria ancaman, topogorafi, iklim, dan kriteria fisik prajurit yang akan mengawaki senjata.
Proses rancang bangun ini dilanjutkan ke tahap pembuatan purwarupa yang bukan saja menguji aplikasi rancang bangun senjata, namun juga mengkaji kalkulasi industri untuk memproduksi senjata serta standar-standar pengamanan dan keselamatan operasional sistem senjata.

Hanya 20 ribu sebulan,
dapatkan ratusan konten premium kumparan+
Langganan Sekarang