Konten dari Pengguna

Beda Cacar Air dan Cacar Api, Jangan Sampai Salah!

Andi Inatsan Dhafin Rizqin Haryono

Andi Inatsan Dhafin Rizqin Haryono

Mahasiswa Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Andi Inatsan Dhafin Rizqin Haryono tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Shutterstock

Teman-teman pasti akan sangat khawatir ketika muncul bintik-bintik merah bergerombol terisi cairan di beberapa bagian tubuh, dan sering mengira itu adalah cacar. Cacar adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus varicella. Biasanya, bintik-bintik merah yang muncul pada cacar disertai dengan gejala demam, kelelahan, hilang nafsu makan dan masih banyak gejala lainnya.

Tahukah kamu ada dua jenis cacar yang populer di masyarakat kita?Yaitu cacar monyet dan cacar api. Walaupun memiliki nama yang mirip dan virus penyebabnya sama, mereka memiliki banyak perbedaan loh, teman-teman. Apa sih perbedaannya? Yuk, simak ulasan berikut ini!

Perbedaan cacar monyet dan cacar api

Letak timbulnya ruam

Perbedaan utama dan paling sering terlihat oleh mata kita adalah letak ruam. Ruam pada cacar air biasanya muncul di seluruh tubuh kita, mulai dari tengah tubuh (dada, punggung, wajah) menyebar hingga ke ujung tubuh (tangan, kaki). Sedangkan pada cacar api, ruam biasanya muncul pada satu area tubuh saja, di sebelah kanan atau sebelah kiri, misalnya di dada sebelah kanan kita atau di perut sebelah kiri kita. Penyebaran ruam pada cacar api ini ternyata mengikuti dermatom, yaitu area kulit yang secara khusus disuplai oleh satu saraf tulang belakang. Wah, dari letaknya saja sudah jelas ya teman-teman perbedaannya!

Gejala tambahan

Teman-teman, cacar api menginfeksi tubuh dengan cara masuk ke jaringan saraf, sehingga ketika kita terinfeksi gejala tambahan yang kita rasakan adalah rasa panas seperti terbakar. Sedangkan, cacar air tidak menyebabkan rasa panas melainkan rasa gatal pada kulit kita.

Perkembangan penyakit

Cacar air terjadi ketika kita belum pernah terinfeksi virus varicella sebelumnya, dan biasanya terjadi pada anak-anak loh, teman-teman. Setelah kita sembuh, virus yang ada di tubuh kita bersembunyi dan menonaktifkan diri di jaringan saraf dekat sumsum tulang belakang dan otak kita. Virus yang bersembunyi ini dapat keluar dan aktif kembali, yang dikenal sebagai cacar monyet. Oleh karena itu, biasanya cacar monyet terjadi pada orang dewasa.

Manakah yang lebih berbahaya?

Meskipun penyebaran cacar air lebih luas, ia memiliki gejala yang lebih ringan dibandingkan cacar api. Waktu penyembuhan cacar air pun lebih singkat, apalagi jika yang terkena adalah anak-anak. Namun, jangan meremehkan cacar air ya, teman-teman. Meskipun lebih ringan, jika tidak diobati dengan benar ia juga dapat menyebabkan kondisi berbahaya seperti infeksi bakteri pada ruam dan hepatitis, mengerikan sekali ya!

Setelah kita bahas bersama, kita dapat mengetahui perbedaan dari cacar monyet dan cacar air sehingga kita bisa lebih waspada saat mengalami gejalanya. Yuk, waspadai penyakit cacar air maupun cacar api!

Sumber:

Sularsito SA dan Soebaryo R. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Badan Penerbit FK UI. 2016.