Budidaya Maggot Ubah Limbah Jadi Manfaat Oleh Krapyak Peduli Sampah

Direktur of krapyak Peduli Sampah
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Andika Muhammad Nuur tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Krapyak peduli sampah memiliki inovasi dalam pengelolaan sampah organik melalui program budidaya maggot. Program ini memanfaatkan larva Black Soldier Fly (BSF) untuk mengurai sampah organik secara alami, sekaligus menghasilkan pakan ternak berkualitas tinggi.
Program ini dikelola oleh Krapyak Peduli Sampah di bawah kepemimpinan Andika Muhammad Nuur, S.Ak sebagai Direktur, dengan koordinasi dari santri Muhammad Yusuf Syihabbudin yang aktif dalam pengelolaan sampah organik dan budidaya maggot.

"Budidaya maggot adalah solusi efektif untuk mengurangi sampah organik sekaligus memberikan manfaat ekonomi. Ini langkah nyata pesantren dalam menjaga lingkungan," ujar Andika.
Bagaimana Maggot Membantu Pengolahan Sampah?
Maggot atau larva lalat Black Soldier Fly (BSF) mampu mengurai sampah organik dengan cepat dan menghasilkan larva yang bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak alami.
Muhammad Yusuf Syihabbudin, sebagai Koordinator Budidaya Maggot, menjelaskan bahwa selain mengurangi limbah, program ini juga membantu santri memahami konsep ekonomi sirkular.
"Sampah yang dulunya dianggap masalah, kini bisa menjadi sumber daya bermanfaat. Kami ingin pesantren lebih mandiri dan ramah lingkungan," kata Yusuf.
Program Budidaya Maggot di Krapyak Peduli Sampah
Pemanfaatan Sampah Organik – Maggot mengonsumsi limbah dapur dan sisa makanan.
Produksi Pakan Ternak Alami – Larva maggot kaya protein untuk unggas dan ikan.
Pengurangan Bau & Limbah – Sampah terurai lebih cepat tanpa bau menyengat.
Pemberdayaan Santri & Masyarakat – Santri terlibat aktif dalam budidaya dan edukasi lingkungan.
Dampak Sosial: Sampah Warga Panggungharjo Dikelola Gratis
Sebagai bagian dari pengabdian masyarakat, Krapyak Peduli Sampah juga menerima sampah organik dari warga Desa Panggungharjo secara gratis untuk diolah dalam sistem budidaya maggot.
Dengan ini, warga mendapat solusi pengelolaan sampah tanpa biaya, sekaligus mendukung program lingkungan berkelanjutan di pesantren.
"Kami ingin membangun sinergi antara pesantren dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat," tambah Andika.
Mari Bersama Membangun Lingkungan Hijau!
Dengan program ini, Pondok Pesantren Krapyak membuktikan bahwa santri bisa berkontribusi dalam inovasi pengelolaan sampah. Siapapun yang ingin belajar atau berkontribusi bisa langsung bergabung dalam gerakan Krapyak Peduli Sampah.
Saatnya ubah sampah menjadi berkah!
