Konten dari Pengguna

Menanamkan Kesadaran Lingkungan di Pesantren untuk Masa Depan Berkelanjutan

Andika Muhammad Nuur

Andika Muhammad Nuur

Direktur of krapyak Peduli Sampah

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Andika Muhammad Nuur tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan perlu ditanamkan sejak dini, termasuk di lingkungan pesantren. Sampah yang tidak terkelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan, seperti pencemaran tanah dan air. Oleh karena itu, Tim Krapyak Peduli Sampah mengadakan program edukasi di Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta, untuk memberikan pemahaman tentang pengelolaan sampah berkelanjutan kepada para santri dan perwakilan pesantren.

Salah satu tantangan utama dalam pengelolaan sampah di pesantren adalah keterbatasan fasilitas serta kurangnya pemahaman mengenai cara mengurangi dan mendaur ulang sampah. Melalui kegiatan ini, para santri diajak untuk memahami konsep zero waste, yang berfokus pada prinsip mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang sampah. Edukasi ini disampaikan melalui presentasi, diskusi kelompok, serta praktik langsung cara memilah dan mengolah sampah.

Kegiatan Edukasi Kepada Perwakilan Pondok Pesantren
zoom-in-whitePerbesar
Kegiatan Edukasi Kepada Perwakilan Pondok Pesantren

Beberapa langkah konkret yang diajarkan dalam kegiatan ini meliputi:

  • Pemilahan sampah yang efektif. Santri diajarkan cara memilah sampah organik dan anorganik agar dapat diolah lebih lanjut secara optimal.

  • Pembuatan kompos dari sampah organik. Sisa makanan dan dedaunan diolah menjadi pupuk kompos yang dapat digunakan untuk penghijauan di lingkungan pesantren.

  • Pemanfaatan kembali sampah plastik dan kertas. Santri didorong untuk mendaur ulang sampah plastik menjadi barang bernilai guna serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

  • Membangun kebiasaan ramah lingkungan. Beberapa langkah sederhana yang dapat diterapkan di pesantren antara lain membawa wadah makan sendiri, mengurangi pemakaian kantong plastik, serta membentuk bank sampah sebagai solusi ekonomi berbasis lingkungan.

Edukasi ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga komunitas. Dengan adanya program ini, diharapkan santri dapat menjadi agen perubahan yang menerapkan dan menyebarkan praktik pengelolaan sampah yang lebih baik di lingkungan mereka masing-masing.

Kegiatan Pemaparan Pengolahan sampah. Foto: instagram/krapyakpedulisampah

Melalui kolaborasi dan komitmen berbagai pihak, termasuk pondok pesantren, inisiatif ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.