Konten dari Pengguna

Penyelamat Ekonomi Saat Krisis: Mengapa UMKM jadi tulang punggung indonesia?

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Andini Lutfi yani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Deskripsi Foto : Ilustrasi UMKM: Seorang pedagang menjajakan dagangannya di pasar. (Foto: https://unair.ac.id/ketahanan-umkm-di-indonesia-perspektif
zoom-in-whitePerbesar
Deskripsi Foto : Ilustrasi UMKM: Seorang pedagang menjajakan dagangannya di pasar. (Foto: https://unair.ac.id/ketahanan-umkm-di-indonesia-perspektif

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah penggerak utama perekonomian Indonesia. Di tengah perubahan dunia dan tantangan dalam mengembangkan bangsa, sektor ini menjadi harapan masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup, menciptakan lebih banyak peluang kerja, serta mengurangi jumlah orang miskin dan yang tidak memiliki pekerjaan.

Tulang Punggung Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja Massal

Secara kuantitatif, peran UMKM dalam perekonomian nasional sangat mendominasi. Data menunjukkan bahwa sekitar 88,8% hingga 99,9% dari seluruh usaha di Indonesia adalah UMKM, dan kemampuan mereka dalam menyerap tenaga kerja mencapai 51,7% hingga 97,2%. Usaha kecil terdaftar mampu menyediakan pekerjaan bagi 5 hingga 19 orang, sedangkan usaha menengah bisa menyediakan pekerjaan bagi 20 hingga 99 orang.

Selain membantu menyerap tenaga kerja, kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) juga semakin meningkat, dari 57,84% menjadi 60,34%. Hal ini menegaskan bahwa UMKM tetap menjadi tulang punggung pembangunan ekonomi nasional dan penggerak kesejahteraan masyarakat di daerah.

Daya Tahan Tinggi di Tengah Krisis Global

Salah satu keunggulan terbesar UMKM dibandingkan usaha berskala besar adalah daya tahan atau resiliensinya ketika terjadi krisis ekonomi global. Sektor ini mampu bertahan berkat beberapa faktor strategis :

- Fokus pada kebutuhan pokok : UMKM berfokus memproduksi barang kebutuhan dasar masyarakat ketimbang barang mewah.

- Berbasis komunitas lokal : Sebagian besar aktivitas produksi dan pemasaran dilakukan di lingkungan komunitas sekitar, sehingga tidak terlalu bergantung pada gejolak pasar global.

- Fleksibilitas operasional : UMKM lebih cepat beradaptasi terhadap perubahan pasar dan memiliki struktur biaya manajemen yang relatif rendah.

Lima Peran Kunci UMKM bagi Perekonomian

Secara garis besar, UMKM menjalankan lima peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat :

1. Pelaku utama dalam kegiatan perekonomian nasional.

2. Penyedia lapangan kerja terbesar yang mengurangi jumlah pengangguran.

3. Pemain penting dalam membangun ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

4. Pencipta pasar dan inovasi baru yang memanfaatkan potensi daerah.

5. Pendorong pertumbuhan pasar transaksi keuangan.

Tantangan Permodalan hingga Akses Pasar

Meski menjadi fondasi ekonomi, para pelaku UMKM masih menghadapi berbagai tantangan struktural. Salah satu hambatan utama adalah keterbatasan akses pembiayaan perbankan akibat kendala persyaratan agunan. Selain itu, masih terdapat masalah pada rendahnya kualitas SDM, kurangnya pemanfaatan teknologi modern, serta keterbatasan pengetahuan dan jaringan pemasaran yang menghambat daya saing di tingkat global.

Langkah Strategi Menuju Indonesia Emas 2045

Untuk memperkuat daya saing UMKM, kerja sama yang baik dari berbagai pihak sangat penting. Pemerintah telah membuat program Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk memudahkan para pengusaha kecil dan menengah dalam mendapatkan dana. Jika dilihat dari jangka panjang, mempercepat perubahan kapasitas SDM, menerapkan teknologi, membangun infrastruktur, serta kerja sama kebijakan antarinstansi pemerintah dan sektor swasta sangat penting untuk mempersiapkan visi Indonesia Emas 2045.