Konten dari Pengguna

Gemilang “Membangun Budaya Berprestasi Menuju Mahasiswa Unggul dan Gemilang"

Andiny Cefputri

Andiny Cefputri

Mahasiswa manajemen di Universitas Pamulang

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Andiny Cefputri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tangerang selatan - Universitas Pamulang melalui Program Studi Sarjana Manajemen menyelenggarakan Workshop GEMILANG (Gerakan Minat, Bakat, dan Prestasi Mahasiswa Gemilang) 2026. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana sehat, penuh semangat, dan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenali serta mengembangkan potensi yang dimiliki.

Dokumentasi Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi Pribadi

Ketua penyelenggara Workshop GEMILANG 2026, Dr. Bulan Oktrima, S.Si., M.M., menyampaikan bahwa “mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memiliki kemampuan akademik, tetapi juga diharapkan mampu mengembangkan minat, bakat, kreativitas, kemampuan berorganisasi, serta berbagai prestasi sebagai bekal menghadapi dunia profesional”

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat membangun budaya berprestasi sehingga mampu menjadi mahasiswa yang unggul dan gemilang, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.

Mendorong Mahasiswa Aktif Mengembangkan Minat dan Bakat

Dalam sambutannya, Rizki Dwi Nugroho, S.E., M.M., selaku Koordinator Kemahasiswaan Program Studi Manajemen, menegaskan bahwa Workshop GEMILANG bukan sekadar kegiatan untuk memperoleh poin atau kredit aktivitas kemahasiswaan. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk memotivasi mahasiswa agar terus berkarya dan berprestasi sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki.

Menurutnya, setiap mahasiswa pada dasarnya memiliki potensi masing-masing. Karena itu, mahasiswa didorong untuk mulai mengenali minat dan bakatnya serta bergabung dengan berbagai wadah yang sesuai, seperti organisasi kemahasiswaan, UKM, maupun komunitas yang memiliki bidang minat yang sama.

Ia juga menyampaikan bahwa mahasiswa yang memiliki minat tertentu, seperti seni tari, dapat diarahkan untuk bergabung dengan UKM atau mahasiswa lain yang memiliki ketertarikan serupa. Jika nantinya terdapat bidang minat yang belum memiliki wadah yang sesuai, peluang untuk membentuk komunitas baru di bawah Program Studi Manajemen juga dapat dipertimbangkan.

Mahasiswa Perlu Mengenali Potensi Diri

Sambutan sekaligus pembukaan kegiatan kemudian disampaikan oleh Iman Syatoto, S.E., M.M., Sekretaris Program Studi Sarjana Manajemen Universitas Pamulang.

Ia menyampaikan bahwa Workshop GEMILANG merupakan langkah positif untuk mendorong mahasiswa mengenali potensi diri, mengembangkan minat dan bakat, serta mengaktualisasikan prestasi.

Perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan akademik, tetapi juga perlu memberikan ruang agar mahasiswa dapat berkembang secara utuh. Potensi mahasiswa dapat muncul dalam berbagai bidang, mulai dari akademik, olahraga, seni, organisasi, kewirausahaan, teknologi, hingga bidang lainnya.

Menurut ia, Workshop GEMILANG diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan satu hari, tetapi dapat menjadi awal dari gerakan bersama untuk menemukan mahasiswa yang memiliki potensi, memberikan pendampingan, dan mendorong lahirnya mahasiswa berprestasi yang memiliki daya saing.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk mengenali minat, menemukan bakat, dan terus mengembangkan kemampuan. Setiap mahasiswa memiliki keunikan dan potensi yang berbeda. Hal yang terpenting adalah kemauan untuk mencoba, belajar, berproses, dan terus berkembang.

Dari “Kupu-Kupu” Menuju Mahasiswa Berprestasi

Memasuki sesi pemaparan materi, Roeslan Djutalov, S.Kom., M.Kom. selaku pembicara Workshop GEMILANG 2026 membahas pentingnya mahasiswa menjadi pribadi yang aktif dan produktif selama menjalani masa perkuliahan.

Mahasiswa diingatkan untuk tidak hanya menjalani pola “kupu-kupu” atau kuliah-pulang, tetapi mulai membangun proses pengembangan diri secara sistematis. Proses tersebut dapat dimulai dari mengenali minat, mengembangkan bakat, membangun kompetensi, hingga menghasilkan prestasi.

Ia juga menekankan bahwa kemampuan akademik saja perlu dilengkapi dengan soft skill, hard skill, pengalaman organisasi, dan berbagai pengalaman lainnya. Keterlibatan mahasiswa dalam organisasi maupun kegiatan kemahasiswaan seperti HIMA dan UKM dapat menjadi salah satu wadah untuk mengembangkan kemampuan tersebut.

Pengalaman dan pencapaian yang diperoleh selama menjadi mahasiswa juga dapat menjadi bagian dari portofolio yang menunjukkan kemampuan serta proses pengembangan diri.

Selain itu, mahasiswa didorong untuk mengembangkan berbagai kompetensi yang dibutuhkan di era digital, termasuk kepemimpinan dan literasi digital. Di tengah perkembangan teknologi dan penggunaan Artificial Intelligence (AI), pak Roeslan menekankan bahwa AI dapat digunakan sebagai alat pendukung. Namun, kemampuan manusia seperti kreativitas, berpikir kritis, dan kemampuan analisis tetap penting dalam menghadapi berbagai tantangan.

Mahasiswa Bertanya: Bagaimana Jika Bakat Belum Menghasilkan Prestasi?

Pada sesi tanya jawab, salah satu mahasiswa, Ayesa, mengajukan pertanyaan mengenai apa yang harus dilakukan ketika seseorang sudah berusaha mengembangkan bakat, tetapi belum berhasil menghasilkan prestasi.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Roeslan menyampaikan bahwa mahasiswa tidak perlu langsung menyerah ketika usaha yang dilakukan belum memberikan hasil. Proses pengembangan diri membutuhkan keberanian untuk terus mencoba dan mengevaluasi apa yang sudah dilakukan.

Jika satu cara belum berhasil dan seseorang merasa sudah mencapai batasnya, mahasiswa dapat mencoba alternatif lain atau menyiapkan plan B hingga plan C. Ia mendorong mahasiswa untuk tidak hanya terpaku pada satu pilihan, tetapi berani mencoba berbagai kemungkinan dari satu bidang ke bidang lainnya.

Dengan terus mencoba, seseorang dapat menemukan potensi yang paling sesuai dengan dirinya serta mengetahui bidang yang dapat dikembangkan menjadi sebuah prestasi.

Pesan utama dari sesi tersebut adalah jangan mudah pesimis dan jangan takut mencoba. Setiap mahasiswa memiliki potensi yang berbeda, dan proses untuk menemukan serta mengembangkan potensi tersebut membutuhkan waktu, pengalaman, dan keberanian untuk terus belajar.

Melalui Workshop GEMILANG 2026 dengan tema membangun budaya berprestasi menuju mahasiswa unggul dan gemilang, Program Studi Sarjana Manajemen Universitas Pamulang berharap semakin banyak mahasiswa yang berani mengenali potensi dirinya, aktif mengembangkan minat dan bakat, serta mengambil kesempatan untuk berkarya dan berprestasi.