Konten dari Pengguna

Atasi Insecurity: Belajar dari Howard Gardner

Andira Adi Fitria

Andira Adi Fitria

Mahasiswi semester 3 Universitas Airlangga Prodi Bahasa dan Sastra Inggris

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Andira Adi Fitria tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Atasi Insecurity: Belajar dari Howard Gardner
zoom-in-whitePerbesar

Perasaan Insecure sering kali dialami oleh sebagian besar generasi millennials saat ini. Meningkatnya penggunaan media sosial menjadi salah satu faktor penyebab perasaan ini muncul. Dari media sosial, kita sering dengan tidak sadar membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain, terutama mengenai pencapaian dan kemampuan yang ditunjukkan orang lain melalui akun media sosialnya, seakan-akan kita sedang berada dalam sebuah “kompetisi”. Akibatnya, muncullah keraguan dalam diri kita sendiri . Jika hal ini terjadi secara berlebihan, dapat berujung pada perasaan insecure, atau keadaan dimana seseorang merasa khawatir akan penolakan dan rasa sakit, dalam hal ini kekhawatiran akan kemampuan diri sendiri yang tidak sebanding dengan orang lain atau merasa tidak secerdas atau sepintar orang lain. Lalu, bagaimana sebaiknya kita mengatasi hal ini?

1. Belajar untuk Tidak Membanding-bandingkan Diri Sendiri dengan Orang Lain.

Howard Gardner, seorang psikolog asal Amerika menyatakan dalam bukunya, Frames of Mind, bahwa kecerdasan manusia tidak dapat dibandingkan satu sama lain, karena setiap manusia memiliki beberapa potensi kecerdasan masing-masing. Howard Gardner mendefinisikan intelligence atau kecerdasan sebagai kemampuan untuk menghasilkan sesuatu (karya atau jasa) yang efektif dan berharga dalam suatu budaya, serta dapat menyelesaikan masalah yang ada. Oleh karena itu, sebaiknya kita tidak membanding-bandingkan kemampuan kita dengan orang lain, karena setiap orang memiliki potensi masing-masing, dan sejatinya kemampuan yang dimiliki adalah untuk dimanfaatkan sebagai bentuk penyelesaian masalah.

2. Temukan Potensi dan Kelebihan yang Dimiliki.

Howard Gardner juga mengusung teori yang dikenal sebagai teori kecerdasan majemuk atau Multiple Intelligences. Dalam teorinya, Howard Gardner menyatakan bahwa setidaknya setiap manusia memiliki sembilan tipe kecerdasan, diantaranya kecerdasan visual spasial, kecerdasan linguistik atau verbal, kecerdasan logis matematis, kecerdasan kinestetis, kecerdasan musik atau ritmik, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan interpersonal, kecerdasan naturalis, dan kecerdasan eksistensialis. Dari kesembilan potensi kecerdasan tersebut, Howard Gardner juga menyatakan dalam bukunya bahwa setiap manusia memungkinkan untuk memiliki beberapa dari potensi kecerdasan tersebut dengan kadar yang berbeda-beda. Dengan terlebih dahulu mengidentifikasi potensi dan kelebihan apa yang sebenarnya ada dalam diri kita dan memahami bahwa setiap orang memiliki potensi dengan kadar yang tidak dapat disamaratakan, kita dapat mencoba untuk mengurangi rasa insecure yang kita miliki.

3. Bersyukur dengan Kemampuan yang Dimiliki dengan Terus Mengasah Potensi .

Setelah menemukan potensi apa saja yang mungkin ada pada diri kita, kita harus bersyukur akan kemampuan yang kita miliki, serta terus mengasah potensi tersebut agar dapat memaksimalkannya lebih baik lagi. Menurut Howard Gardner, selain adanya faktor genetik, potensi kecerdasan seseorang dipengaruhi oleh pengalaman. Selain itu, potensi kecerdasan yang dimiliki manusia dapat menjadi lebih kuat apabila terus diasah dan dapat melemah bila sebaliknya. Dengan mengasah kelebihan yang kita miliki, kita dapat meningkatkan rasa percaya diri dan mengurangi insecurity.

Dalam kehidupan, kita memang tidak bisa lepas dari persaingan. Namun, jangan biarkan persaingan tersebut menjerumuskan kita dalam perasaan insecure, karena pesaing kita sesungguhnya adalah diri kita sendiri.

________________________________________