Bisnis
·
23 Oktober 2020 5:54

Bisnis Online Hadapi Tantangan dan Tangkap Peluang Di Tengah Pandemi Covid-19

Konten ini diproduksi oleh Andira Fidya Zahra
Bisnis Online Hadapi Tantangan dan Tangkap Peluang Di Tengah Pandemi Covid-19  (140972)
Sumber : Pinterest
Dewasa ini, perkembangan industri teknologi dan informasi yang semakin canggih menjadikan dunia bisnis lebih maju ditandai dengan adanya E-Business. Namun, semenjak adanya wabah virus covid-19 yang mulai menyebar dari Wuhan, China pada Desember 2019 ke seluruh dunia, telah mematikan hampir ribuan bahkan jutaan jiwa. Oleh karena itu, setiap pemerintah di berbagai negara banyak yang membuat kebijakan dengan menerapkan aturan Physical Distancing untuk penduduknya. Di Indonesia, aturan ini telah ditingkatkan menjadi PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Pandemi covid-19 ini mengakibatkan terganggunya hampir semua industri bisnis dari berbagi sektor. Bahkan, sudah banyak juga industri bisnis yang ditutup karena bangkrut. Hal ini juga dirasakan oleh pembisnis berbasis online. Namun, bukankah dengan bisnis secara online tentu akan meminimaliskan penyebaran virus melalui kontak fisik? Mengapa bisnis online juga dapat terganggu? Sebenarnya, apa tantangan yang dihadapi oleh pelaku usaha bisnis online di masa pandemi ini? Bagaimana cara yang harus dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut? Mari simak penjelasan berikut.
ADVERTISEMENT
Bisnis online memang sudah banyak dipakai oleh para pelaku bisnis dalam memproduksi dan mengelola produk atau jasanya ke konsumen. Bisnis online mengandalkan teknologi komunikasi dan internet dalam prakteknya. Namun sayangnya, akhir-akhir ini bisnis online sedang dihantui oleh ancaman cybercrime yang meretas data-data penting pemilik usaha hingga konsumennya. Dilansir dari CNBC Indonesia, pada Mei lalu, terjadi sebuah insiden pencurian data pelanggan pengguna Tokopedia. Sebanyak 91 juta data pengguna dijual US$ 5.000 di dark web. Kini data tersebut sudah bisa diunduh bebas di internet. Upaya pencurian data serupa juga pernah menimpa pelaku e-commerce lain seperti Bukalapak pada 2019 lalu, seorang hacker asal Pakistan mengklaim telah mencuri jutaan data pengguna e-commerce ini. Di masa pandemi covid-19 tentu akan semakin mengundang kejahatan siber karena banyak orang yang membutuhkan uang akibat terganggunya perekenomian seperti PHK (Pemutusan Hubungan Kerja), perusahaan bangkrut, penghasilan menurun, dan lain sebagainya. Meskipun demikian, dalam keadaan saat ini juga memunculkan peluang dan harapan karena tidak semua sektor bisnis anjlok menurut Honorary Founder of IMA, Hermawan Kartajaya. Pelaku e-business pun masih bisa bertahan dan berjalan di masa pandemi ini. Maka dari itu, setiap pelaku bisnis harus mengelola dengan baik sistem informasi manajemen di dalamnya, terutama bisnis online.
ADVERTISEMENT
Sebelum membahas lebih lanjut, perlu diketahui, e-business merupakan praktek pelaksanaan dan pengelolaan proses bisnis utama seperti perancangan produk, pengelolaan pasokan bahan baku, manufaktur, penjualan, pemenuhan pesanan, dan penyediaan servis melalui penggunaan teknologi komunikasi, komputer, dan data yang telah terkomputerisasi (Steven Alter, 2002). E-commerce berbeda dengan e-business. E-commerce lebih sempit jika dibandingkan dengan e-business, di mana e-commerce adalah sub perangkat dari e-business. E-business memiliki ruang lingkup yang sangat luas, menunjuk kepada penggunaan teknologi untuk menjalankan bisnis yang memberikan hasil serta dampak yang besar kepada bisnis secara keseluruhan. Dalam hal ini, Sistem Informasi Manajamen (SIM) sangat diperlukan untuk pengelolaan e-business dalam menghadapi tantangan dan menangkap peluang di masa pandemi covid-19.
ADVERTISEMENT
Sistem Informasi Manajamen (SIM) adalah sistem perencanaan bagian dari pengendalian internal dalam bisnis yang terdiri atas pemanfaatan dokumen, manusia, teknologi, serta prosedur dalam akuntansi manajemen. Menurut Jamers Havery, SIM adalah prosedur logis dan rasional untuk melakukan atau merancang suatu rangkaian komponen yang berhubungan satu sama lain. SIM bertujuan untuk memecahkan beragam masalah dalam bisnis yang meliputi layanan, biaya produk, serta strategi bisnis. Keseluruhan sistem ini digunakan dalam rangka menganalisis sistem informasi yang lain pada penerapan aktivitas operasional suatu organisasi. SIM sangat penting untuk pengelolaan e-business karena mempermudah pihak manajemen maupun pelaku bisnis dalam melakukan pengawasan, perencanaan, pengarahan serta pendelegasian kinerja pada semua departemen yang mempunyai koordinasi dan hubungan. Pelaku e-business dapat mengimplementasikan salah satu bentuk dari sistem informasi manajamen yang dapat mencegah dan mengatasi tantangan serta menangkap peluang yang dihadapi di masa pandemi ini yaitu ERP.
ADVERTISEMENT
ERP (Enterprise Resource Planning), adalah paket sistem dan software yang digunakan oleh perusahaan untuk mengelola kegiatan bisnis harian mereka, seperti pengelolaan keuangan, pengadaan, produksi, proyek, SDM, dan-lain-lain. Banyak perusahaan besar yang menggunakan sistem informasi manajemen ERP. Akan tetapi, sistem ini juga bisa digunakan dalam skala kecil. ERP biasanya dipakai pada pengelolaan manajemen serta melakukan pengawasan yang terintegrasi diantara unit-unit perusahaan. Oleh sebab itu, ERP dapat berguna bagi para pelaku e-business.
Banyak manfaat yang bisa didapatkan jika mengimplementasikan perangkat lunak ERP di perusahaan terutama juga untuk bisnis berbasis online. Pertama, meningkatkan keamanan data. ERP memiliki firewall dan kontrol pembatasan untuk mencegah pelanggaran data. Seluruh data disimpan dalam sistem terpusat sehingga titik akses dapat dimonitor dengan ketat dan keamanannya pun terjaga. Admin yang bertanggung jawab mengelola data perusahaan bisa memberikan hak akses terbatas kepada karyawan. Dari contoh kasus yang dijelaskan sebelumnya, penggunaan ERP cocok untuk mencegah tindak kejahatan siber yang dilakukan baik oleh penjahat dalam perusahaan maupun luar perusahaan, misalnya hacker. Kedua, menghemat biaya operasional. Ini sangat membantu e-bussiness di masa pandemi karena dengan ERP, sebagian besar aktivitas operasional diotomatiskan, maka berbagai gangguan, kendala, dan kerusakan dapat diantisipasi dengan baik. Seluruh pekerjaan kompleks dapat diselesaikan dengan lebih cepat sehingga ini dapat mengurangi lead time. Pelaku bisnis juga dapat mengurangi biaya tenaga kerja, karena ERP mampu mengambil alih berbagai pekerjaan manual. Ketiga, membuat prakiraan bisnis yang akurat. Salah satu hal yang paling krusial bagi kemajuan bisnis adalah prakiraan (forecast) yang tepat. Pemangku kepentingan dalam perusahaan bergantung pada laporan untuk membuat prakiraan yang pada akhirnya akan memengaruhi keputusan yang mereka ambil. Oleh karena itu, sangatlah penting bagi bisnis untuk mendapatkan laporan real-time, lengkap, dan konsisten. Dengan laporan tersebut, pelaku usaha dapat mengevaluasi bisnisnya kemudian membuat inovasi atau adaptasi pada bisnisnya yang bisa membuatnya tetap bertahan di masa pandemi ini. Misalnya, pelaku e-business yang memproduksi pakaian di media sosial atau e-commerce setelah melihat laporan bahwa penjualanya di masa pandemic ini menurun dapat beralih dengan memproduksi masker kain yang saat ini menjadi produk yang paling diminati masyarakat untuk mencegah penularan virus covid-19. Dengan ketiga manfaat dari bentuk SIM ini diharapkan pelaku e-business dapat mehadapi tantangan dan menangkap peluang di masa pandemic covid-19.
ADVERTISEMENT
Sekian artikel opini dari saya, mohon maaf apabila ada kelebihan dan kekurangannya. Semoga artikel opini ini bermanfaat bagi para pembaca dan juga mempermudah teman-teman pelaku e-business. Terima kasih.
Referensi :
Laudon, Kenneth C dan Jane P. Laudon. 2014. Management Information Systems Managing The digital Firm. Edisi Ketiga belas. Pearson Educational International.
Turban, Efraim dan Linda Volonino. 2010. Information Technology for Management. Edisi Kedelapan. Asia : John Willey & Sons.
Priharto, Sugi. 2020. "Sistem Informasi Manajemen", https://accurate.id/marketing-manajemen/sistem-informasi-manajemen-arti-fungsi-contoh-dan-manfaatnya/, diakses pada 20 Oktober 2020 pukul 15.00.
Citradi, Tirta. 2020. "Data Pengguna E-Commerce Bocor, Ini Bukti RI Rawan Cybercrime", https://www.cnbcindonesia.com/tech/20200706140435-37-170521/data-pengguna-e-commerce-bocor-ini-bukti-ri-rawan-cybercrime, diakses pada 20 Oktober 2020 pukul 15.20.