Konten dari Pengguna

Pernah Ada, Kini Tiada: Menguak Kisah Profesi-Profesi yang Hilang Ditelan Waktu

Andi Rustianto

Andi Rustianto

Software Engineer - Praktisi Teknologi - Alumni Universitas Budi Luhur

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Andi Rustianto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernah kebayang nggak sih, kalau zaman dulu ada pekerjaan yang sekarang sudah nggak ada lagi? Mulai dari tukang jaga mercusuar sampai pengumpul lintah, profesi-profesi ini punya kisah uniknya sendiri sebelum akhirnya digantikan oleh teknologi atau perubahan zaman. Yuk, kita telusuri jejak mereka!

Illustrasi profesi operator sambung telepon dan sebuah komputer. Source: AI Generated/Dok.Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Illustrasi profesi operator sambung telepon dan sebuah komputer. Source: AI Generated/Dok.Pribadi

Asal-Usul Profesi yang Punah: Dulu Dibutuhkan, Kini Tak Lagi

Sejarah profesi yang punah ini sebenarnya berkaitan erat dengan perkembangan teknologi dan perubahan sosial-ekonomi. Ambil contoh Operator Papan Sambung Telepon (Switchboard Operator). Di era awal telepon, setiap panggilan harus disambungkan secara manual oleh operator. Mereka adalah "jantung" komunikasi jarak jauh. Di Indonesia sendiri, profesi ini sangat vital di kantor-kantor telepon dan perusahaan besar hingga era 80-an, sebelum akhirnya sistem otomatis mengambil alih.

Contoh lain yang menarik adalah Penggugah Bangun (Knocker-upper). Di masa Revolusi Industri, sebelum jam alarm populer, ada orang yang dibayar untuk mengetuk jendela pekerja agar mereka tidak terlambat. Ini menunjukkan bagaimana kebutuhan dasar pun bisa menciptakan profesi yang spesifik di zamannya.

Fakta-Fakta Terkini: Jejak yang Ditinggalkan dan Pelajaran yang Bisa Diambil

Meskipun profesi-profesi ini sudah tidak ada, jejak mereka tetap bisa kita temukan. Misalnya, banyak museum teknologi yang memamerkan alat-alat yang digunakan oleh para operator papan sambung. Fenomena ini juga sering menjadi topik studi di bidang sejarah sosial dan ekonomi, di mana para peneliti menganalisis bagaimana perubahan teknologi memengaruhi pasar tenaga kerja.

Secara statistik, tentu sulit menemukan data kuantitatif mengenai jumlah pekerjaan ini saat ini. Namun, kita bisa melihat pola serupa dengan munculnya otomatisasi dan kecerdasan buatan (AI). Banyak pekerjaan manual yang kini mulai terancam oleh robot dan algoritma.

Permasalahan Utama: Mengapa Mereka Punah?

Penyebab utama punahnya profesi-profesi ini adalah kemajuan teknologi. Otomatisasi, digitalisasi, dan inovasi menciptakan cara yang lebih efisien dan murah untuk melakukan tugas-tugas yang sebelumnya memerlukan tenaga manusia.

Selain itu, perubahan kebutuhan sosial dan ekonomi juga berperan. Misalnya, kebutuhan akan tukang jaga mercusuar berkurang drastis dengan adanya sistem navigasi otomatis dan GPS. Begitu juga dengan profesi yang berkaitan dengan pengiriman surat fisik, yang kini digantikan oleh email dan pesan instan.

Solusi dan Pendekatan: Adaptasi dan Pembelajaran

Meskipun profesi-profesi ini tidak bisa "dihidupkan kembali", ada pelajaran penting yang bisa kita ambil. Masyarakat dan pemerintah perlu beradaptasi dengan perubahan pasar tenaga kerja. Pendidikan dan pelatihan ulang (reskilling dan upskilling) menjadi krusial agar tenaga kerja siap menghadapi tantangan baru yang dibawa oleh teknologi.

Banyak negara, termasuk Indonesia, melalui berbagai lembaga seperti Kementerian Ketenagakerjaan RI, terus mendorong program-program pelatihan untuk profesi-profesi baru yang relevan dengan era digital. Ini adalah solusi jangka panjang untuk mengurangi dampak negatif dari punahnya suatu profesi.

Referensi dan Studi Kasus

Salah satu studi kasus yang menarik adalah bagaimana profesi juru ketik (typist) perlahan menghilang seiring dengan kemunculan komputer pribadi dan word processor. Dahulu, sekolah-sekolah kejuruan memiliki jurusan khusus juru ketik. Namun, kini kemampuan mengetik sudah menjadi keterampilan dasar yang harus dimiliki semua orang.

Dalam buku "The Second Machine Age: Work, Progress, and Prosperity in a Time of Brilliant Technologies" oleh Erik Brynjolfsson dan Andrew McAfee, dibahas secara komprehensif bagaimana teknologi memengaruhi lapangan kerja dan mengapa beberapa profesi menghilang sementara yang lain muncul.

ILO (International Labour Organization) juga secara rutin merilis laporan tentang masa depan pekerjaan dan dampak otomasi terhadap pasar tenaga kerja global. Mereka menekankan pentingnya fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi bagi angkatan kerja.

Semoga penjelasan ini memberikan gambaran yang jelas dan menarik tentang profesi-profesi yang kini tinggal sejarah! Adakah profesi lain yang kamu tahu sudah punah?

----------

Disclaimer Penulis:

"Tulisan ini adalah rangkaian pemikiran, opini, dan rasa ingin tahu yang dituangkan dengan gaya santai namun tetap serius ataupun sebaliknya. Semoga bisa memantik diskusi, membuka perspektif baru, atau sekadar memberi teman berpikir di tengah derasnya arus informasi. Ruang dialog selalu terbuka — karena kadang, dari percakapan sederhana, ide besar bisa tumbuh."