Konten dari Pengguna

Pembiayaan Hijau dan Pengaruh terhadap Nilai Properti

Andri Pratama Saputra

Andri Pratama Saputra

Analis Yunior di Bank Indonesia

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Andri Pratama Saputra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

sumber: generate gemini
zoom-in-whitePerbesar
sumber: generate gemini

Properti adalah sektor menjanjikan dan stabil dalam harga. Seluruh generasi berbondong ingin memiliki properti baik untuk digunakan atau untuk investasi.

Sektor properti berperan strategis karena menciptakan lapangan kerja, investasi, dan aktivitas pendukung lainnya termasuk dalam mendung lingkungan yang ramah lingkungan.

Perubahan iklim yang menyebabkan semakin tipisnya lapisan ozon dan udara yang semakin kotor, urbanisasi, serta kesadaran masyarakat akan menjaga lingkungan telah perlahan mendorong properti yang ramah lingkungan. Salah satu wujudnya adalah green housing atau perumahan hijau.

Green housing yaitu pembangunan kawasan hunian yang memperhatikan material ramah lingkungan, efisiensi energi dan air, pengolahan limbang, dan ruang terbuka hijau dalam rangka mengurangi emisi karbon. Green housing mengacu pada pembangunan rumah yang memberikan manfaat lingkungan, sosial, dan ekonomi secara bersamaan.

Dari sisi lingkungan, green housing menekankan efisiensi penggunaan sumber daya alam melalui desain bangunan yang hemat energi, pencahayaan alami, penggunaan peralatan listrik berdaya rendah, serta instalasi teknologi seperti panel surya. Selain itu, penggunaan material bangunan berkarbon rencah dan mudah didaur ulang menjadi bagian penting.

Dari sisi sosial, lingkungan hijau mampu meningkatkan kualitas hidup penghuni melalui udara bersih, suhu lingkungan nyaman, serta tersedianya ruang terbuka. Sedangkan dari sisi ekonomi, efisiensi penggunaan energi dan air berpotensi menurunkan biaya operasional rumah dan memberikan manfaat finansial.

Keterkaitan Green Housing dan Nilai Properti

Hubungan antara green housing dan nilai properti dijelaskan melalui beberapa mekanisme ekonomi. Pertama, rumah yang dirancang memiliki biaya operasional yang lebih rendah melalui penggunaan lampu hemat energi, sistem pendingin efisien, panel surya, serta instalasi penghemat. Penghematan operasional akan meningkatkan manfaat ekonomi. Akibatnya, calon pembeli bersedia membayar harga yang lebih tinggi karena mempertimbangkan penghematan biaya dalam jangka panjang.

Kedua, green housing bermanfaat dalam meningkatkan kualitas lingkungan. Kawasan perumahan yang memiliki ruang terbuka hijau, pepohonan dan sistem drainase yang memiliki kualitas udara yang lebih baik dan kebisingan yang lebih rendah. Lingkungan yang nyaman meningkatkan kepuasan penghuni dan meningkatkan daya tarik.

Ketiga, meningkatnya preferensi konsumen khususnya generasi milenial dan Z sehingga mendorong peningkatan nilai pasar properti. Hal ini disebabkan aspek ramah lingkungan yang mulai disadari oleh konsumen.

Perkembangan green housing semakin didukung oleh kebijakan pemerintah yang mendorong pembangunan rendah karbon. Penerapan standar bangunan hijau, pengembangan kota berkelanjutan dan komitmen untuk mencapai target Net Zero Emissions (NZE) menjadi faktor yang memperkuat prospek pengembangan perumahan hijau. Di sisi lain, lembaga pembiayaan memperhatikan aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) yang menawarkan skema pembiayaan hijau (green financing) bagi pengembang maupun masyarakat yang membeli rumah dengan standar bangunan ramah lingkungan.

Namun demikian, green housing memiliki tantangan. Salah satu tantangan utama adalah tingginya biaya investasi awal. Dampaknya, harga jual awal rumah hijau sering kali lebih tinggi. Meskipun biaya operasional jangka panjang lebih rendah, tidak semua konsumen memiliki kemampuan finansial untuk membayar harga awal yang lebih mahal. Oleh karena itu, diperlukan adanya subsidi awal dari otoritas ekonomi.

Selain biaya investasi, pemahaman masyarakat turut pengembangan green housing. Sebagian konsumen lebih fokus pada harga beli dibandingkan manfaat ekonomi. Oleh karena itu, edukasi mengenai manfaat ekonomi dan lingkungan dari rumah hijau perlu terus ditingkatkan.

Relevansi green housing terhadap nilai properti turut dipengaruhi oleh lokasi dan karakteristik pasar. Di kawasan perkotaan dengan kepadatan tinggi dan kualitas lingkungan yang semakin menurun, rumah yang menawarkan konsep hijau cenderung memiliki nilai tambah. Demikian pula pada segmen masyarakat berpendapatan menengah ke atas akan kesadaran lingkungan.

Dari perspektif investasi, green housing turut berpotensi memberikan keuntungan jangka panjang. Properti yang dirancang sesuai prinsip keberlanjutan diperkirakan lebih tahan terhadap perubahan regulasi lingkungan dan kenaikan harga energi. Selain itu, bangunan hijau umumnya memiliki umur ekonomis yang lebih panjang karena menggunakan material berkualitas. Faktor-faktor tersebut meningkatkan daya saing properti di pasar sekunder sekaligus menjaga nilai aset dalam jangka panjang.

Digitalisasi akan semakin meningkatkan nilai green housing. Integrasi teknologi smart home, baterai penyimpanan energi, dan pengisian kendaraan listrik akan menjadi bagian dari ekosistem perumahan hijau modern. Inovasi tersebut akan meningkatkan efisiensi energi dan memberikan keamanan yang lebih baik bagi penghuni. Dengan dukungan kebijakan inovasi teknologi, dan pembiayaan hijau, berpotensi meningkatkan nilai ekonomi properti yang berkelanjutan.