18 Orang Tewas saat Coba Seberangi Spanyol dari Maroko

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Para migran dari Maroko menyeberang ke Ceuta melalui laut dan berkumpul di dekat pagar perbatasan antara wilayah kantong Spanyol Ceuta dan Maroko, seperti yang terlihat dari Ceuta, Spanyol, Kamis (30/7/2026). Foto: Fabian Bimmer/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Para migran dari Maroko menyeberang ke Ceuta melalui laut dan berkumpul di dekat pagar perbatasan antara wilayah kantong Spanyol Ceuta dan Maroko, seperti yang terlihat dari Ceuta, Spanyol, Kamis (30/7/2026). Foto: Fabian Bimmer/REUTERS

Sebanyak 18 migran ilegal tewas saat mencoba menyeberang ke Spanyol dari Maroko, Kamis (30/7). Hal tersebut disampaikan Kementerian Dalam Negeri Spanyol pada Jumat (31/7).

Pada Kamis, media di Spanyol melaporkan sebanyak 2.000 hingga 3.000 orang berupaya memasuki wilayah Spanyol melalui Ceuta dari Kamis sampai Jumat ini. Ceuta merupakan wilayah enclave Spanyol yang berada di Afrika Utara.

Meski ada belasan orang yang kehilangan nyawa, sebagian besar migran ilegal tersebut berhasil memasuki Ceuta, demikian dikutip dari AFP.

Masuknya ribuan orang tersebut menjadi perhatian serius pemerintah Spanyol. Untuk mencegah kondisi memburuk, Spanyol mengerahkan polisi dan militer ke Ceuta.

Adapun sumber kepolisian Spanyol menyebut sekitar 40 ribu orang telah memasuki Ceuta yang hanya berpenduduk sekitar 80 ribu jiwa.

AFP melaporkan ratusan pria, perempuan, dan anak-anak terlihat berenang mengitari pagar pembatas yang memisahkan Maroko dan Ceuta. Mereka menggunakan pelampung sederhana sebelum membuangnya begitu berhasil mencapai daratan Spanyol.