Andre Rosiade, Padang-Galapagos Perkuat Hulu Batang Kuranji dengan 60 Ribu Pohon

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 5 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menghadiri Festival Tanam Hulu dan menandatangani MoU serta Perjanjian Kerja Sama terkait pengelolaan Taman Hutan Raya (Tahura) Dr. Mohammad Hatta, di kawasan Guo, Kecamatan Kuranji, Rabu (9/9/2026) . Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menghadiri Festival Tanam Hulu dan menandatangani MoU serta Perjanjian Kerja Sama terkait pengelolaan Taman Hutan Raya (Tahura) Dr. Mohammad Hatta, di kawasan Guo, Kecamatan Kuranji, Rabu (9/9/2026) . Foto: Dok. Istimewa

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade mendorong penguatan kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Kuranji melalui gerakan penanaman pohon secara besar-besaran. Bersama Pemerintah Kota (Pemko) Padang dan Perkumpulan Galapagos, upaya tersebut menargetkan sedikitnya 60 ribu bibit pohon ditanam di sejumlah kawasan hulu yang dinilai penting untuk mengurangi risiko banjir dan longsor.

Dorongan tersebut disampaikan Andre saat menghadiri Festival Tanam Hulu bertajuk “Menyemai Lereng, Selamatkan Padang”, sekaligus penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemko Padang dengan Yayasan Galapagos Indonesia Lestari terkait pengelolaan Taman Hutan Raya (Tahura) Dr. Mohammad Hatta, Rabu (9/9/2026) di kawasan Guo, Kecamatan Kuranji.

Andre menegaskan, penanganan banjir dan longsor di Kota Padang tidak bisa hanya mengandalkan pembenahan sungai di bagian hilir. Kawasan hulu harus diperbaiki dan dikembalikan fungsi ekologisnya, terutama di wilayah Kecamatan Pauh dan Kuranji yang menjadi bagian penting dari hulu DAS Batang Kuranji.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menghadiri Festival Tanam Hulu dan menandatangani MoU serta Perjanjian Kerja Sama terkait pengelolaan Taman Hutan Raya (Tahura) Dr. Mohammad Hatta, di kawasan Guo, Kecamatan Kuranji, Rabu (9/9/2026) . Foto: Dok. Istimewa

“Kita akan melakukan penanaman pohon secara besar-besaran di Kota Padang, khususnya di Kecamatan Pauh dan Kuranji, karena wilayah inilah yang menjadi titik awal terjadinya bencana alam di Kota Padang. Kita tidak hanya melakukan normalisasi sungai, tetapi bagian hulunya pun harus kita perbaiki,” kata Andre yang juga Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM).

Menurut Andre, penghijauan harus berjalan bersamaan dengan pembangunan infrastruktur pengendali aliran sungai. Normalisasi, pengerukan sedimentasi dan pembangunan sabo dam penting dilakukan untuk meningkatkan kapasitas sungai, tetapi pemulihan tutupan vegetasi di hulu juga tidak kalah penting.

“Normalisasi sungai dilakukan, pengerukan dijalankan, dan pembangunan sabo dam dikerjakan, tetapi vegetasi pohon di area hulu tetap harus dipulihkan. Penanaman pohon ini dilakukan guna mengantisipasi agar bencana serupa tidak terulang kembali,” ujar Andre yang datang bersama Ketua Fraksi Gerindra DPRD Padang yang juga anggota Galapagos Wahyu Hidayat dan Ketua Komisi II DPRD Padang Rachmad Wijaya.

Andre juga menyampaikan bahwa sejumlah pekerjaan fisik untuk mendukung mitigasi bencana di kawasan Gunung Nago dan Batu Busuk akan mulai dikerjakan pada November 2026. Pekerjaan tersebut mencakup normalisasi dan penanganan sedimentasi dengan dukungan anggaran masing-masing sekitar Rp175 miliar dan Rp220 miliar. “November dimulai, Pak Wali. Gunung Nago sama Batu Busuk. Rp175 miliar sama Rp220 miliar itu sudah termasuk sedimentasi,” tegas Andre saat menanggapi Wali Kota Padang Fadly Amran.

Bagi Andre, penanganan DAS Batang Kuranji harus dilakukan dari hulu hingga hilir. Pembangunan infrastruktur dan pemulihan lingkungan harus berjalan beriringan agar upaya mitigasi tidak sekadar menangani dampak bencana, tetapi juga mengurangi risiko sebelum bencana terjadi.

Karena itu, Andre menyatakan siap mengawal dukungan berbagai pihak untuk mempercepat program penghijauan. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara DPR RI, pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, masyarakat dan organisasi lingkungan.

“Semoga langkah ini membawa manfaat melalui kerja sama antara Danantara, DPR RI, Pemerintah Provinsi, serta Pemerintah Kota Padang. Ini merupakan ikhtiar dan doa bersama agar wilayah kita terhindar dari bencana alam di masa mendatang,” katanya.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Galapagos Hendra Amris mengatakan Festival Tanam Hulu merupakan gerakan restorasi kawasan hulu DAS yang dilaksanakan melalui konsolidasi, edukasi dan kompetisi restorasi lahan serta tutupan.

Hendra mengatakan, program tersebut menargetkan sekurangnya 60 ribu bibit tertanam. Penanaman dilakukan dengan melibatkan kelompok masyarakat dan menyasar sejumlah kawasan prioritas, yakni Batu Busuk, Lambung Bukit dan Gunung Nago di Kecamatan Pauh serta Gunung Sarik di Kecamatan Kuranji.

“Kompetisi ini target 60 ribu bibit tertanam, dengan total anggaran Rp2 miliar. Ini pertama di Indonesia,” ujar Hendra yang hadir bersama Ketua Yayasan Galapagos Indonesia Lestari (Yayasan Galapagos Padang) Romelson Candra dan para anggota Galapagos dari berbagai angkatan. Mereka adalah para siswa dan alumni SMA 1 Padang pencinta alam.

Menurut Hendra, bibit yang ditanam tidak hanya berupa tanaman hutan, tetapi juga tanaman agroforestri, bambu dan vegetasi pengikat tanah yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing lokasi.

Program tersebut juga dilengkapi dengan pemetaan kawasan, pendampingan masyarakat, penyiapan lahan, pengangkutan bibit, penanaman, perawatan hingga pendataan berbasis geo-tagging. Dengan sistem tersebut, posisi setiap tanaman yang ditanam dapat diketahui dan perkembangannya dipantau secara berkala.

Festival Tanam Hulu, kata Hendra, merupakan respons terhadap kondisi kawasan hulu DAS Batang Kuranji yang dalam beberapa waktu terakhir menghadapi ancaman kerusakan tutupan lahan, longsor dan aliran material yang berdampak ke kawasan permukiman.

Hendra berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai gerakan penanaman, tetapi menjadi program restorasi yang berkelanjutan dan dapat diterapkan di kawasan hulu DAS lainnya di Kota Padang maupun Sumatera Barat.

Di sisi lain, Wali Kota Padang Fadly Amran menyambut baik kolaborasi yang dibangun Andre Rosiade, Pemko Padang dan Galapagos dalam memperkuat mitigasi bencana melalui pendekatan lingkungan.

Fadly meminta dukungan Andre untuk mengawal berbagai usulan penanganan pascabencana dan mitigasi yang diajukan Pemko Padang, termasuk perbaikan sejumlah infrastruktur yang terdampak banjir serta penguatan penanganan di sepanjang DAS Kuranji.

“Kalau daerah hulu sungai ini tidak kita tanamkan, tidak kita hijaukan kembali, saya rasa berbicara flash flood dan juga banjir bandang ini akan sangat mudah untuk terjadi kembali,” ujar Fadly.

Fadly juga menilai mitigasi perlu diperkuat dengan sistem peringatan dini. Ia meminta agar sensor-sensor di kawasan aliran sungai dipersiapkan sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi lebih cepat ketika terjadi peningkatan risiko banjir.

Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi langkah konkret memperkuat ketahanan Kota Padang terhadap bencana hidrometeorologi. Dengan memperbaiki kawasan hulu melalui penanaman 60 ribu bibit sekaligus memperkuat infrastruktur pengendali sungai, upaya mitigasi diharapkan dapat dilakukan lebih menyeluruh dan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat di kawasan hilir DAS Batang Kuranji. (*)