AS Umumkan Gelombang Serangannya ke Iran Telah Berakhir

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bendera Iran berkibar di tengah reruntuhan gedung Universitas Teknologi Sharif, yang rusak akibat serangan udara, di tengah konflik AS-Israel dengan Iran, di Teheran, Iran, Selasa (7/4/2026). Foto: Majid Asgaripour/WANA via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Bendera Iran berkibar di tengah reruntuhan gedung Universitas Teknologi Sharif, yang rusak akibat serangan udara, di tengah konflik AS-Israel dengan Iran, di Teheran, Iran, Selasa (7/4/2026). Foto: Majid Asgaripour/WANA via REUTERS

Militer Amerika Serikat (AS) telah merampungkan rangkaian serangan terakhirnya ke Iran pada Senin (13/7) malam. Operasi militer tersebut dilakukan atas arahan langsung Presiden Donald Trump.

"Selama misi lima jam, pasukan AS berhasil menghantam target-target militer di seluruh Iran, termasuk di Bushehr, Chah Bahar, Jask, Konarak, Abu Musa, dan Bandar Abbas," ujar Komando Pusat Militer AS melalui pernyataan di X, seperti dikutip Reuters.

Secara keseluruhan, AS melancarkan serangan ke Iran selama tiga hari. Selain itu, Trump juga mengumumkan rencana memblokade pergerakan kapal-kapal menuju dan dari pelabuhan-pelabuhan Iran.

Presiden AS Donald Trump memberi isyarat saat bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO di sela-sela KTT NATO di Ankara, pada 8 Juli 2026. Foto: Filip Singer / POOL / AFP

Serangan AS dibalas Iran dengan menyerang sejumlah fasilitas militer milik Washington di berbagai negara di Timur Tengah.

Iran juga menutup Selat Hormuz sejak akhir pekan lalu. Selat tersebut merupakan jalur pelayaran vital bagi distribusi minyak dan gas dunia.

Pemerintah Iran turut menegaskan bahwa pihaknya merupakan otoritas yang berwenang menentukan kebijakan di Selat Hormuz. Mereka juga mengancam tidak akan mengizinkan AS mengintervensi kebijakannya di selat tersebut.

Perang antara AS dan Iran dimulai setelah AS dan Israel menyerang Teheran pada 28 Februari lalu. Ribuan orang dilaporkan tewas akibat saling serang kedua pihak, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Perang AS-Iran turut menyebabkan kenaikan harga minyak dunia.