Drone Iran Serang Fasilitas Militer AS di Bahrain, Yordania dan Kuwait

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Serangan Drone Iran ke Bahrain dan Kuwait. Foto: Dok. IRIB via AFP
zoom-in-whitePerbesar
Serangan Drone Iran ke Bahrain dan Kuwait. Foto: Dok. IRIB via AFP

Iran menyerang sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat (AS) di Bahrain, Yordania, dan Kuwait menggunakan drone pada Jumat (24/7). Serangan itu diklaim sebagai aksi balasan atas rentetan serangan AS ke wilayah Iran.

"Pagi ini, tangki bahan bakar, gudang peralatan besar, silo, serta barak pasukan tentara teroris AS di Pangkalan Udara Isa di Bahrain menjadi sasaran drone kamikaze Arash," demikian pernyataan militer Iran, seperti dikutip AFP.

Menurut laporan jurnalis AFP di Bahrain, sejumlah ledakan terdengar di berbagai lokasi. Pemerintah Bahrain juga membunyikan sirene peringatan di sejumlah wilayah pada Jumat pagi.

Militer Iran menambahkan, serangan drone mereka juga menghantam hanggar dan fasilitas perawatan pesawat tempur AS di Pangkalan Udara Al-Azraq, Yordania.

Sementara di Kuwait, Iran mengklaim drone mereka menyerang Kamp Arifjan, yang disebut sebagai lokasi penyimpanan peralatan militer AS.

Secara terpisah, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan serangan mereka juga menyasar Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait. Menurut IRGC, serangan tersebut menghancurkan gudang amunisi serta menimbulkan korban di pihak militer AS.

Sementara itu, AS menyatakan operasi militernya terhadap Iran telah memasuki hari ke-13. Washington menyebut serangan-serangannya terus menargetkan fasilitas militer Iran.

Menurut AS, operasi tersebut bertujuan mengurangi kemampuan Iran untuk menyerang kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.