Dua Perahu Pengungsi Tenggelam di Myanmar, Lebih dari 500 Orang Diduga Tewas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sebuah perahu kayu yang membawa imigran etnis Rohingya. Foto: Riska Munawarah/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Sebuah perahu kayu yang membawa imigran etnis Rohingya. Foto: Riska Munawarah/REUTERS

Dua perahu yang membawa lebih dari 500 orang dilaporkan tenggelam di lepas pantai Myanmar. Informasi itu disampaikan sejumlah badan PBB pada Kamis (16/7).

Mereka menyebut ratusan orang tersebut merupakan pengungsi yang mencoba kabur dari kecamuk perang di Myanmar. Sebagian besar di antaranya merupakan etnis Rohingya yang mengalami tindak kekerasan dan persekusi oleh militer Myanmar.

Dua kapal tersebut diduga tenggelam pada akhir Juni lalu. Namun, baik Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) maupun badan urusan pengungsi PBB (UNHCR) baru menerima laporan mengenai insiden itu belum lama ini.

Dalam laporan gabungan kedua badan tersebut disebutkan kemungkinan lebih dari 500 orang kehilangan nyawa.

"Meski insiden dan jumlah pasti korban jiwa belum terkonfirmasi, UNHCR dan IOM sangat berduka atas kemungkinan jiwa-jiwa yang hilang secara tragis," kata pernyataan gabungan kedua badan tersebut, seperti dikutip dari Reuters.

Infografis Tragedi Rohingya di Myanmar. Foto: Bagus Permadi/kumparan

Selain akibat kecamuk perang di Myanmar, etnis Rohingya juga terpaksa mengungsi ke negara lain karena buruknya kondisi di kamp-kamp pengungsian di Bangladesh.

Kamp tersebut disorot karena mengalami kepadatan berlebih serta memiliki sanitasi yang memprihatinkan.

Orang-orang melarikan diri dengan barang-barang mereka saat kebakaran di kamp pengungsi Cox's Bazar, Bangladesh, Minggu (5/3/2023). Foto: Mohammed salim Khan/via REUTERS

Para pengungsi biasanya mengarungi lautan menggunakan kapal kayu dengan standar keselamatan yang rendah. Tujuan utama para pengungsi Rohingya umumnya adalah Malaysia, Thailand, dan Indonesia.

Data PBB menunjukkan hampir 900 pengungsi Rohingya tewas atau hilang saat menyeberangi Laut Andaman dan Teluk Benggala.