Iran Konfirmasi Teken Kesepakatan Damai dengan AS
·waktu baca 2 menit

Iran mengonfirmasi telah menandatangani kesepakatan dengan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang, Rabu (17/6). Pengumuman ini memperkuat pernyataan yang sebelumnya disampaikan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan dokumen yang diberi nama Islamabad Memorandum of Understanding telah difinalisasi dan ditandatangani oleh kedua kepala negara.
"Teks Memorandum Kesepahaman Islamabad telah dirampungkan dengan tanda tangan para presiden. Kini saatnya menguji implementasi perjanjian tersebut," kata Baqaei lewat pemberitaan yang dirilis kantor berita IRNA, seperti dikutip dari Reuters.
Menurut Baqaei, proses penandatanganan dilakukan secara elektronik dan jarak jauh oleh kedua pemimpin. Karena itu, Iran menilai tidak ada kebutuhan mendesak untuk menggelar seremoni resmi.
Sebelumnya, pemerintah Swiss menyatakan sebuah upacara penandatanganan akan digelar pada Jumat (19/6) di sebuah hotel pegunungan mewah yang menghadap Danau Lucerne. Acara itu disebut akan dihadiri Ketua Parlemen Iran Bagher Ghalibaf serta Wakil Presiden AS JD Vance.
Namun Baqaei menegaskan bahwa bagi Iran, pengesahan oleh para pemimpin negara sudah cukup untuk memberikan legitimasi politik terhadap kesepakatan tersebut.
"Ketika teks ditandatangani oleh pejabat tertinggi kedua negara, pelanggaran terhadapnya secara alami akan menimbulkan biaya politik yang lebih besar. Berdasarkan pengalaman kami, kami lebih memilih mekanisme seperti ini," ujarnya.
Teks lengkap perjanjian itu telah dirilis oleh kedua pihak pada Rabu (17/6). Setelah penandatanganan, Iran dan AS akan memasuki masa negosiasi lanjutan selama dua bulan guna membahas tahapan implementasi.
Salah satu langkah awal yang paling dinantikan adalah pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi penghubung utama perdagangan minyak dan gas dunia. Pembukaan kembali selat tersebut diperkirakan akan membantu menstabilkan pasokan energi global yang sempat terganggu akibat konflik.
