Kabut Kebakaran Hutan Kanada Selimuti Kota Besar AS, Kualitas Udara Berbahaya

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah warga menjalani aktivitas di sebuah taman saat kabut asap akibat kebakaran hutan di Kanada menyelimuti Kota New York, Amerika Serikat, Kamis (16/7/2026). Foto: Angela Weiss/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah warga menjalani aktivitas di sebuah taman saat kabut asap akibat kebakaran hutan di Kanada menyelimuti Kota New York, Amerika Serikat, Kamis (16/7/2026). Foto: Angela Weiss/AFP

Langit Manhattan di New York tampak kabur diselimuti kabut tebal, sementara Chicago terpaksa menutup akses pantainya pada Kamis (16/7) waktu setempat. Kondisi itu merupakan imbas kebakaran hutan besar-besaran yang masih tak terkendali di Kanada.

Asap dari kebakaran tersebut menyebar hingga ke wilayah AS. Peristiwa ini menyebabkan jutaan warga di AS terpapar udara yang sangat tidak sehat ini.

kumparan post embed

Sejumlah negara bagian AS yang berbatasan dengan Kanada, seperti Minnesota, Wisconsin, Michigan, dan Illinois, menjadi wilayah yang paling parah terdampak kabut asap. Kondisi udara di kawasan timur laut, termasuk New York, juga ikut memburuk secara signifikan.

Pada Kamis malam, lembaga pemantau kualitas udara IQAir mencatat Chicago dan Detroit sebagai dua kota dengan polusi udara terburuk di dunia, dengan New York berada tak jauh di bawahnya.

Seorang wanita berjalan di atas jembatan penyeberangan saat kabut asap akibat kebakaran hutan di barat laut Ontario yang berpadu dengan gelombang panas ekstrem menyelimuti langit Toronto, Ontario, Kanada, Rabu (15/7/2026). Foto: Carlos Osorio/REUTERS

Kota terpadat di AS itu diselimuti asap yang menurut otoritas setempat mengandung partikel halus berbahaya bagi seluruh warga di kawasan metropolitan New York hingga Long Island. Kondisi udara yang lebih buruk lagi tercatat melanda wilayah tengah dan barat negara bagian tersebut.

Otoritas setempat mengimbau warga New York untuk meminimalkan aktivitas di luar ruangan. Wali Kota Zohran Mamdani turut mengingatkan warganya mengenai ancaman serius akibat kombinasi cuaca panas ekstrem dan udara yang tidak aman.

Sejumlah perpustakaan dan stasiun kereta membagikan masker gratis, sementara ratusan pusat pendinginan (cooling centers) dibuka di seluruh kota bagi warga yang tidak memiliki akses pendingin ruangan.

Departemen Manajemen Darurat Kota New York menyebut, situasi ini berpotensi menjadi peristiwa kabut asap paling signifikan yang melanda New York sejak 2023, dan pihaknya akan terus memantau perkembangan kondisi tersebut secara ketat.

Sebagai perbandingan, pada 2023 langit New York sempat berubah warna oranye mencekam akibat kabut asap, dengan indeks kualitas udara (AQI) mencapai angka 465 yang tergolong berbahaya.

Menurut data pelacak Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPAD) di kawasan Midwest, kondisi bahkan lebih parah. Pada Kamis, indeks kualitas udara di sejumlah wilayah tercatat melampaui angka 465.

Kota Chicago, Toledo di Ohio, serta beberapa wilayah di Minnesota yang berdekatan dengan lokasi kebakaran, mencatat indeks kualitas udara hingga level 700-an pada siang hari. Sebagian besar kawasan upper Midwest lainnya juga masuk kategori terburuk, yakni berbahaya.

Akibat kondisi ini, salah satu pertandingan Major League Soccer di Chicago terpaksa ditunda, sementara berbagai kota di kawasan tersebut turut menunda kegiatan-kegiatan luar ruangan lainnya.

Sementara itu, Departemen Lingkungan, Great Lakes, dan Energi Michigan memperkirakan kondisi udara berbahaya ini akan berlangsung hingga Jumat.

Evakuasi di Kanada

Seorang pria bermain skuter miliknya saat kabut asap akibat kebakaran hutan di barat laut Ontario menyelimuti langit di sebuah taman di Burlington, Ontario, Kanada, Rabu (15/7/2026). Foto: David Lucas/REUTERS

Toronto turut merasakan dampak buruk dari kabut asap kebakaran hutan yang melanda Kanada. Data terbaru menunjukkan lebih dari 130 titik kebakaran aktif tercatat di wilayah barat laut Provinsi Ontario, dengan sedikitnya 60 di antaranya masih belum berhasil dikendalikan.

Otoritas setempat resmi mengajukan permintaan bantuan tambahan kepada pemerintah federal Kanada, terutama untuk dukungan udara guna mengevakuasi warga di permukiman-permukiman terpencil.

Kepolisian Provinsi Ontario melaporkan, sedikitnya 15 komunitas beserta wilayah sekitarnya telah dievakuasi hingga saat ini.

Perdana Menteri Provinsi Ontario, Doug Ford, melalui akun X miliknya menyampaikan bahwa lebih dari 150 tim pemadam kebakaran serta hampir 50 unit pesawat pemadam dikerahkan tanpa henti untuk melindungi permukiman warga dari amukan api di kawasan utara Ontario.

Secara keseluruhan, kebakaran hutan di Kanada tahun ini telah menghanguskan sedikitnya 1,9 juta hektare lahan, setara dengan luas wilayah negara Slovenia.

Meski demikian, angka tersebut masih jauh di bawah rekor terburuk pada 2023, ketika kebakaran hutan melahap hampir 18 juta hektare lahan โ€” menjadikannya musim kebakaran terparah dalam sejarah Kanada.