Muazin Masjidil Haram, Syekh Ibrahim Al Madani, Meninggal Dunia

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Umat Islam dari berbagai negara melakukan tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Rabu (17/6/2026) waktu setempat. Foto: Citro Atmoko/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Umat Islam dari berbagai negara melakukan tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Rabu (17/6/2026) waktu setempat. Foto: Citro Atmoko/ANTARA FOTO

Muazin Masjidil Haram, Syekh Ibrahim Al Madani, wafat pada Senin pagi (21/9). Sebelum meninggal dunia, Syekh Ibrahim sempat menyampaikan azan Subuh pada Senin ini.

Dikutip dari Khaleej Times, salat jenazah akan digelar setelah salat Asar pada Senin ini di Masjidil Haram, Makkah. Kemudian, Syekh Ibrahim akan dimakamkan di Al Mualla Cemetery.

Muazin Masjidil Haram Sheikh Ibrahim Al Madani. Foto: Facebook/Haramain

Syekh Ibrahim lahir di Madinah pada 1976. Dia dibesarkan dalam lingkungan religius dengan pengaruh besar dari sang kakek yang merupakan penghafal Al-Qur'an.

Syekh Ibrahim kemudian mendapat gelar akademik di bidang studi Al-Qur'an.

embed from external kumparan
X post embed

Perjalanan menjadi muazin dimulai sejak dirinya berusia 15 tahun. Dia memulainya dari sebuah masjid di lingkungan tempat tinggalnya di Madinah.

Ia lalu terus bertugas sebagai muazin secara bergantian bersama tiga orang tetangga hingga lulus kuliah, sebelum sempat berhenti sejenak karena adanya kewajiban mengajar di luar Madinah.

Muazin Masjidil Haram Sheikh Ibrahim Al Madani. Foto: Facebook/Haramain

Pada 1428 H (2007–2008), ia diminta kembali mengumandangkan azan di Masjid Al-Maddah dan melaksanakannya hingga memperoleh kesempatan untuk bertugas sebagai muazin di Masjidil Haram, Makkah. Secara resmi, Syekh Ibrahim ditunjuk untuk mengemban tugas tersebut pada 1439 H atau 2017–2018.

Karena tumbuh besar di Madinah, Syekh Ibrahim sangat dipengaruhi oleh tradisi dan gaya azan khas Madinah.

Ia juga menjadi akrab dengan gaya khas Makkah saat berkunjung ke Makkah bersama ayahnya. Di sana, ia bertemu dengan Syekh Abdul Latif Mulla, mantan muazin Masjidil Haram sekaligus sahabat kakeknya.