Netanyahu Klaim Putranya Jadi Sasaran Pembunuhan Iran

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Benjamin Netanyahu. Foto: Ronen Zvulun/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Benjamin Netanyahu. Foto: Ronen Zvulun/REUTERS

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim Iran mencoba membunuh salah satu putranya, Senin (25/8). Dia tidak mengungkap detail mengenai klaim tersebut.

Pernyataan Netanyahu disampaikan saat konflik Israel dan Amerika Serikat (AS) dengan Iran belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Perang yang dimulai pada Februari lalu menyebabkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas.

Netanyahu saat ini menghadapi pemilu yang akan digelar pada 27 Oktober 2026. Dalam jajak pendapat terakhir, koalisi pemerintah yang dipimpinnya masih tertinggal.

Klaim tersebut disampaikan Netanyahu saat diwawancarai Channel 14. Netanyahu saat itu ditanya mengenai isu penolakan salah satu badan keamanan Israel untuk memberikan perlindungan kepada kandidat perdana menteri menjelang pemilu.

"Mengenai putra-putra saya, menurut saya, ada hal yang sungguh sulit dipercaya. Iran menargetkan salah satu putra saya. Iran mencoba membunuh, mencoba menghabisi nyawa salah satu putra saya," ujar Netanyahu kepada saluran televisi beraliran konservatif tersebut, yang dikenal kerap memberitakan pemerintah secara positif.

"Iran mencoba membunuh salah satu putra saya, dan oleh karena itu, perlindungan keamanan ini bukanlah sebuah kemewahan," katanya, tanpa memberikan rincian lebih lanjut mengenai dugaan rencana tersebut ataupun seberapa dekat rencana itu dengan tahap pelaksanaan, seperti dikutip dari Reuters.

Hingga kini belum diketahui putra Netanyahu yang dimaksud dalam klaim tersebut. Salah satu putra tertua Netanyahu, Yair, diketahui tidak tinggal di Israel, melainkan di Miami, AS.

Terkait ancaman tersebut, Reuters telah menghubungi misi Iran di PBB, New York. Namun, hingga berita ini ditulis belum mendapat jawaban.

\