Pelaku Penembakan Massal di Thailand Bunuh Kakeknya Sebelum Beraksi di Sekolah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas darurat tiba usai penembakan di Sekolah Debsirin Nonthaburi, distrik Bang Kruai, Provinsi Nonthaburi, Thailand, Jumat (7/8/2026). Foto: Chalinee Thirasupa/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Petugas darurat tiba usai penembakan di Sekolah Debsirin Nonthaburi, distrik Bang Kruai, Provinsi Nonthaburi, Thailand, Jumat (7/8/2026). Foto: Chalinee Thirasupa/REUTERS

Pelaku penembakan massal di Thailand diketahui lebih dulu menembak mati kakeknya sebelum melancarkan aksinya di sebuah sekolah. Insiden penembakan itu menewaskan tujuh orang, termasuk pelaku, pada Jumat (7/8).

Menurut keterangan kepolisian, setelah menewaskan sang kakek, pelaku langsung bergerak ke sekolah tempat ia beraksi di utara Bangkok. Pelaku menggunakan senjata milik kakeknya untuk melancarkan penembakan massal tersebut.

Saat ini, puluhan polisi masih berjaga di lokasi kejadian, yakni SMP Debsirin Nonthaburi di Provinsi Nonthaburi. Di sana, para orang tua murid masih tampak bergegas mencari tahu nasib anak mereka.

Sejumlah siswa juga terlihat menangis. Beberapa staf sekolah berusaha menenangkan mereka yang ketakutan.

"Saya takut akan mati, dan saya takut saya tak bisa mengejar mimpi saya," ujar seorang siswa yang selamat dari penembakan, Pawarisa Maylissa, kepada AFP.

"Saya mendengar suara tembakan sangat keras karena pelaku seperti berada di lantai atas kami. Saya juga mendengar peluru menghantam lantai," lanjutnya.

Adapun Deputi Menteri Dalam Negeri Thailand, Polapee Suwunchwee, mengatakan selain korban jiwa, terdapat 15 orang yang mengalami luka-luka. Mereka tidak terkena peluru, tetapi mengalami cedera saat berusaha menyelamatkan diri.

Media setempat melaporkan pelaku merupakan siswa di sekolah tersebut. Informasi itu diperoleh berdasarkan keterangan sejumlah pejabat setempat.