Pesawat Penerjun Payung Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Puing-puing pesawat ringan Pilatus PC-6 setelah jatuh di Tomblaine, di pinggiran Nancy, Prancis timur pada 28 Juni 2026. Foto: Jean-Christophe Verhaegen / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Puing-puing pesawat ringan Pilatus PC-6 setelah jatuh di Tomblaine, di pinggiran Nancy, Prancis timur pada 28 Juni 2026. Foto: Jean-Christophe Verhaegen / AFP

Sebelas orang tewas dalam insiden pesawat jatuh di Tomblaine, Prancis, pada Minggu (28/6). Korban terdiri atas seorang pilot dan 10 penerjun payung.

Seorang saksi mata mengungkapkan pesawat nyaris menghantam sebuah rumah. Saat itu, satu keluarga sedang berada di dalam rumah tersebut sambil menonton televisi.

Pejabat setempat melaporkan, pesawat itu digunakan untuk latihan terjun payung. Pesawat tersebut jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Nancy-Essey.

"Beberapa anggota keluarga para penerjun payung yang sedang mengikuti pelatihan berada di bandara regional kecil tersebut dan menyaksikan kecelakaan itu," kata Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez kepada wartawan, seperti dikutip dari AFP.

"Pesawat itu jatuh sekitar 300 meter dari landasan pacu. Emosi di sini sangat kuat," lanjutnya.

Seorang saksi mata menyebut pesawat sedang menanjak ketika tiba-tiba suara mesinnya berhenti. Tidak terlihat adanya api maupun ledakan sebelum pesawat itu jatuh.

Belum diketahui apakah gelombang panas ekstrem berperan dalam insiden tersebut. Pasalnya, sehari sebelumnya suhu tertinggi sepanjang sejarah tercatat di Nancy, kota yang berada di dekat Tomblaine.