Presiden Iran Akui Sulit Berkomunikasi dengan Pemimpin Tertinggi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Iran Masoud Pezeshkian berbicara selama Debat Umum Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di markas besar PBB di Kota New York pada 24 September 2025. Foto: Angela Weiss/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Iran Masoud Pezeshkian berbicara selama Debat Umum Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di markas besar PBB di Kota New York pada 24 September 2025. Foto: Angela Weiss/AFP

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengakui komunikasi dengan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei sangat sulit saat ini, Rabu (5/8).

Mojtaba diketahui terluka saat serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat ke Iran pada 28 Februari 2026. Serangan itu menewaskan sang ayah, Ayatollah Ali Khamenei.

Hingga kini, Mojtaba belum pernah muncul di publik setelah ditunjuk sebagai pengganti Ali Khamenei pada awal Maret 2026.

Mojtaba Khamenei, putra kedua Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, mengunjungi kantor Hizbullah di Teheran, Iran, 1 Oktober 2024. Foto: Kantor Pemimpin Tertinggi Iran/WANA via REUTERS

"Sangat sulit untuk berkomunikasi dengan beliau saat ini, namun bagaimanapun juga, kehadirannya merupakan sumber kekuatan yang sangat besar bagi kami agar kami dapat terus melangkah," kata Pezeshkian seperti dikutip dari AFP.

Saat ini, Mojtaba hanya berkomunikasi melalui surat. Hal itu memicu spekulasi mengenai hubungannya dengan sejumlah pejabat tinggi di Iran.

Namun, Pezeshkian membela pemimpinnya. Ia menegaskan dirinya mampu mengadakan pertemuan yang produktif dengan Mojtaba dan disambut dengan apa yang ia sebut sebagai kebaikan serta logika yang sangat masuk akal.

"Sayangnya, situasi saat ini memungkinkan beberapa orang jahat untuk menggambarkannya secara berbeda dan menampilkan citra yang berbeda tentang dirinya," katanya.