Saudi Geram Houthi Targetkan Serangan ke Makkah, Singgung Garis Merah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jemaah haji dari berbagai negara melaksanakan tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Selasa (2/6/2026) waktu setempat. Foto: Citro Atmoko/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Jemaah haji dari berbagai negara melaksanakan tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Selasa (2/6/2026) waktu setempat. Foto: Citro Atmoko/ANTARA FOTO

Koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi menuding kelompok Houthi telah menargetkan serangan ke kota suci umat Islam, Makkah, Rabu (16/9). Tindakan pemberontak Yaman itu menuai kecaman dan berpotensi memperkeruh konflik di kawasan Timur Tengah.

Sejak beberapa tahun terakhir, Saudi memimpin sejumlah negara Arab untuk memerangi kelompok Houthi yang disokong Iran di Yaman. Koalisi ini juga mendukung penuh pemerintahan Yaman.

Dalam beberapa waktu terakhir, pertempuran kembali pecah antara kedua belah pihak. Kondisi diperparah dengan aksi blokade jalur maritim terhadap kapal-kapal milik dan terkait Saudi di Laut Merah.

Sistem pertahanan udara Patriot menjaga Makkah pada musim haji 2025. Foto: Dok. Kemhan Arab Saudi

Pada pekan ini, Houthi bahkan mengumumkan klaim soal berhasil merebut seluruh pantai Yaman di Laut Merah dan Selat al-Mandab. Jalur ini merupakan jalur vital ekspor minyak Saudi.

Adapun Houthi juga membantah tudingan serangan drone yang mengarah ke Makkah. Mereka menyebut laporan itu sebagai kebohongan.

"Klaim mengenai penargetan Makkah adalah kebohongan usang yang pernah digunakan sebelumnya dan tidak lagi dapat memperdaya siapa pun," tulis Hazem al-Assad dari biro politik Houthi di X, seperti dikutip dari AFP.

Akan tetapi, koalisi Saudi sudah berjanji menuntut balas. Saudi lalu memperingatkan bahwa keamanan tanah suci merupakan garis merah.

"Keamanan Dua Masjid Suci dan para jemaah merupakan garis merah, dan Komando Pasukan Gabungan Koalisi tidak akan ragu untuk mengambil tindakan yang diperlukan serta memberikan efek jera terhadap milisi teroris Houthi," demikian pernyataan koalisi yang disampaikan oleh juru bicara Turki al-Maliki melalui platform X.