Trump Sebut Gencatan Senjata dengan Iran Sudah Selesai

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden AS Donald Trump berbicara di sebuah rapat umum Hari Kemerdekaan, menandai peringatan 250 tahun kemerdekaan AS, di National Mall di Washington, D.C., AS, Sabtu (4/7/2026). Foto: Jonathan Ernst/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Donald Trump berbicara di sebuah rapat umum Hari Kemerdekaan, menandai peringatan 250 tahun kemerdekaan AS, di National Mall di Washington, D.C., AS, Sabtu (4/7/2026). Foto: Jonathan Ernst/REUTERS

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan gencatan senjata dengan Iran telah berakhir pada Rabu (8/7). Ketegangan kedua negara kembali memuncak setelah serangan terhadap tiga kapal komersial di Selat Hormuz.

AS menuding Iran sebagai pelaku serangan di Selat Hormuz. Setelah itu, AS melancarkan serangan ke sejumlah kota di Iran. Padahal, kedua negara sebelumnya sempat sepakat menghentikan saling serang dan memulai negosiasi menuju gencatan senjata permanen.

Tak lama setelah rangkaian serangan tersebut, Trump meluapkan kemarahannya atas insiden di Selat Hormuz yang diyakininya dilakukan Iran.

"Sejauh yang saya khawatirkan, (gencatan senjata) itu telah usai," ucap Trump di sela KTT NATO di Turki, seperti dikutip AFP.

"Cuma buang waktu bernegosiasi dengan mereka. Saya membiarkan negosiator luar biasa kami tetap berbicara jika mereka mau, tapi saya tak melihat hasilnya. Saya tak suka orang-orang (Iran) itu," sambungnya.

Adapun laporan kantor berita Iran pada Rabu menyebut terjadi serangkaian ledakan di sekitar perairan Selat Hormuz, termasuk di Pulau Qeshm, Kota Sirik, dan kota pelabuhan Bandar Abbas.

Otoritas Iran juga melaporkan ledakan di Kota Bushehr. Di kawasan tersebut terdapat pembangkit listrik tenaga nuklir. Rangkaian serangan yang dikaitkan dengan AS itu dilaporkan menewaskan seorang anggota Garda Revolusi Iran.

Sementara itu, Komando Pusat AS melaporkan serangan mereka menghantam lebih dari 80 target di Iran, termasuk sistem pertahanan udara, situs radar maritim, serta 60 kapal kecil milik Garda Revolusi.

"Serangan bertujuan menurunkan kemampuan Iran untuk menyerang jalur perdagangan internasional yang melewati koridor perdagangan internasional," ujar Komando Pusat AS.