3 Bandar Narkoba Penyerang Polisi di Katingan Ditangkap

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi borgol Foto: Fitra Andrianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi borgol Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Bareskrim Polri menangkap tiga tersangka bandar narkoba yang terlibat penyerangan polisi di Katingan, Kalimantan Tengah. Tiga angggota Satresnarkoba Polres Katingan gugur saat penggerebekan akibat penyerangan tersebut.

“Bahwa tiga tersangka bandar narkoba sekaligus pelaku penyerangan dan pembunuhan terhadap tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan atas nama BIO, PERIE, RAMBLAN alias BUSU, telah berhasil ditangkap Tim Gabungan Subdit IV dan Satgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri,” kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso kepada wartawan, Kamis (9/7).

Eko menjelaskan, ketiga tersangka akan dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik juga akan mengembangkan kasus tersebut guna membongkar jaringan narkoba di tingkat yang lebih tinggi.

“Selanjutnya tiga tersangka tersebut akan dibawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan dan pengembangan ke jaringan layer atasnya,” ujarnya.

Sebelumnya, peristiwa tersebut terjadi saat personel Satresnarkoba Polres Katingan menggerebek lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kalimantan Tengah, pada Kamis (2/7) dini hari. Saat operasi berlangsung, petugas diduga mendapat perlawanan dari sejumlah orang yang membawa senjata tajam.

Akibat kejadian tersebut, Aipda Yudhi Perdana Putra gugur setelah mengalami luka bacok. Sementara Briptu Anumerta Nopandri Ramadhana dan Aiptu Sumaryanto sempat dinyatakan hilang sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Katingan pada 4 dan 5 Juli.

Atas gugurnya ketiga anggota tersebut, Polri memberikan kenaikan pangkat luar biasa sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka saat menjalankan tugas mengungkap peredaran narkoba.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas pengorbanan para personel yang meninggal saat bertugas.

“Kita secara prinsip kita berduka Polri berduka karena personel-personel terbaik Polri kemudian ada yang gugur dalam pelaksanaan tugas yang di Kalimantan Tengah,” kata Johnny di Bareskrim Polri, Senin (6/7).

Johnny menambahkan, ketiga anggota yang gugur telah mendapat penghargaan berupa kenaikan pangkat luar biasa.

“Untuk personel yang gugur sudah diberikan penganugerahan kenaikan pangkat luar biasa,” ujarnya.