ANTARA Perkuat Koordinasi Cari 5 Jurnalis yang Hilang Kontak Saat Liput Erupsi

Kantor berita ANTARA meningkatkan upaya mereka mencari pewarta foto dan 4 jurnalis lainnya yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau, pada Senin (7/8).
Salah satu pewarta yang belum diketahui keberadaannya merupakan Muhammad Bagus Khoirunas, pewarta foto ANTARA Biro Banten. Hingga Selasa (8/9) malam, ANTARA belum menerima kabar dari Bagus maupun empat pewarta lainnya yang berada dalam satu rombongan.
Direktur Utama Kantor Berita ANTARA Benny Siga Butarbutar mengatakan telah mengirimkan tim khusus yang merupakan gabungan ANTARA pusat dan Biro Banten.
Tim tersebut bertugas memastikan komunikasi dan koordinasi dalam upaya pencarian terus berjalan.
“Saat ini kami juga sudah mengirimkan tim khusus ANTARA yang merupakan gabungan dari ANTARA pusat dan Biro Banten untuk memastikan seluruh upaya komunikasi dan koordinasi berjalan terus menerus,” kata Benny Butarbutar di Jakarta, Selasa (8/9) malam.
ANTARA juga mendirikan posko siaga media bersama iNews (MNC Group) dan merdeka.com. Posko tersebut digunakan untuk memperkuat koordinasi dan memastikan komunikasi terkait pencarian para pewarta foto berjalan lancar.
Pencarian Terkendala Kondisi Alam
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan pencarian dilakukan secara gabungan bersama Polairud, Basarnas, dan TNI sejak pihaknya menerima informasi mengenai hilang kontaknya para pewarta.
Namun, proses pencarian menghadapi kendala kondisi alam. Gelombang tinggi dan jarak pandang yang terbatas disebut mengganggu upaya petugas dalam mencari keberadaan rombongan tersebut.
Kelima pewarta foto tersebut diketahui melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda sejak Senin (7/9). Selain Muhammad Bagus Khoirunas, mereka adalah Arie Basuki dari merdeka.com, Donal Husni yang merupakan fotografer lepas, Yudhistira dari iNews, dan Daus dari Anadolu.
Hingga pernyataan tersebut dibuat pada Selasa (8/9) malam, ANTARA belum menerima kabar dari Bagus maupun rombongan.
"ANTARA akan terus menyampaikan perkembangan berdasarkan informasi yang terverifikasi dari otoritas maupun pihak terkait. ANTARA mengharapkan semua pihak tidak menyebarkan informasi yang bersifat spekulatif," tutup Benny.
