Arkeolog Turki Sampaikan Fakta Soal Isu Bahtera Nabi Nuh Telah Ditemukan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Situs Durupinar di pegunungan Turki, yang diduga reruntuhan kapal Nabi Nuh. Foto: alex9330/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Situs Durupinar di pegunungan Turki, yang diduga reruntuhan kapal Nabi Nuh. Foto: alex9330/Shutterstock

Pekan ini, sejumlah media internasional ramai menulis tentang penemuan Bahtera Nabi Nuh di pegunungan Ararat, Turki. Mereka bahkan yakin, bahwa sebuah formasi yang menyerupai kapal itu merupakan sisa dari Bahtera Nabi Nuh, yang terdampar akibat kisah banjir besar ribuan tahun lalu, yang tercatat dalam kitab suci tiga agama samawi: Yahudi, Kristen, dan Islam.

Namun, benarkah itu adalah sisa-sisa dari bahtera yang menyelamatkan hewan secara berpasangan dari bencana banjir besar?

Dilansir dari kantor berita Turki Anadolu, pemimpin penggalian tersebut yakni Prof. Dr. Cenker Atila, yang juga dosen Departemen Arkeologi Fakultas Sastra Universitas Cumhuriyet Sivas, menyebut mereka masih akan memeriksa temuan itu.

“Kami melakukan pengujian untuk menentukan apakah sampel yang diperoleh dari lokasi penggalian merupakan sisa-sisa organik (makhluk hidup),” kata Atila, dilansir dari Anadolu.

Penggalian ilmiah itu juga menggunakan sejumlah peralatan mutakhir seperti koordinat GPS presisi, perangkat pemodelan digital 2D dan 3D, teknik pengeboran inti, pemindaian electrical resistivity tomography (ERT), serta teknologi ground penetrating radar (GPR) berpresisi tinggi. Penelitian ini juga telah berlangsung sejak 29 Juni hingga 11 September 2026.

Ilustrasi replika kapal Nabi Nuh Foto: JOHN KEMP

Lalu, dari sampel yang ditemukan, penanggalan karbon baru akan selesai dalam 2-3 bulan.

Sehingga, belum ada kepastian, apakah gundukan itu merupakan Bahtera Nabi Nuh. Atila juga menegaskan, bahwa sejumlah pemberitaan tak tepat jika menyebut bahwa Bahtera Nabi Nuh telah ditemukan secara definitif.

Belum ada Bukti Kayu atau Paku

Hingga saat ini, belum ditemukan sisa kayu, paku, maupun material lain yang secara definitif menunjukkan bahwa benda tersebut merupakan buatan manusia di kawasan yang berada sekitar 29 kilometer sebelah selatan puncak Gunung Ararat dan 3 kilometer dari perbatasan Iran.

Anadolu juga memberitakan, belum ada temuan yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah yang telah melalui proses peer review.

Tim penggalian saat ini menyatakan bahwa data radar menunjukkan adanya koridor utama sepanjang sekitar 71 meter serta struktur berbentuk siku-siku hingga kedalaman 6 meter. Tim tersebut menafsirkan struktur itu sebagai ruangan dan lorong.

Sekitar 1.000 sampel tanah telah dikumpulkan. Tim juga melaporkan adanya kadar karbon yang tinggi serta fragmen tembikar di dalam formasi tersebut.