AS Ingatkan Hamas Agar Tak Terbangkan Layangan, Israel Ancam Kembali Serang Gaza

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bocah-bocah Palestina menerbangkan layangan di Khan Younis, Gaza, pada Januari 2026.  Foto: Bashar Taleb/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Bocah-bocah Palestina menerbangkan layangan di Khan Younis, Gaza, pada Januari 2026. Foto: Bashar Taleb/AFP

Dewan Perdamaian (BoP) yang dibentuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Hamas agar menghentikan seluruh aktivitas militer di Gaza, termasuk menerbangkan layang-layang atau layangan. Peringatan itu muncul setelah Israel mengancam meningkatkan serangan jika layang-layang, drone, atau balon kembali diterbangkan dari Gaza.

“Semua aktivitas militan di Gaza harus dihentikan, termasuk menerbangkan layang-layang. Kami telah menyampaikan pesan ini secara langsung melalui mekanisme yang telah ditetapkan,” kata seorang pejabat BoP, seperti dikutip AFP, Rabu (26/8).

Tapi, pesan itu juga disertai dengan peringatan kepada Israel agar tidak menggunakan ancaman tersebut sebagai alasan untuk memperluas operasi militer.

“Israel juga harus mematuhi gencatan senjata. Tindakan militer tidak boleh dilakukan di luar respons terhadap ancaman yang nyata dan segera,” ujarnya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya mengancam akan meningkatkan operasi militer di Gaza jika Hamas menerbangkan layang-layang, drone, atau balon. Ancaman itu muncul setelah sejumlah layang-layang dilaporkan ditemukan melintasi perbatasan Gaza menuju wilayah Israel selatan.

Belum ada laporan bahwa layang-layang tersebut membawa bahan peledak, meski media Israel menyebut setidaknya satu di antaranya membawa pesan politik.

Anggota biro politik Hamas Basem Naim mengecam keras peringatan tersebut.

“Betapa beraninya! Apakah masuk akal bahwa upaya untuk menyenangkan penjahat perang Netanyahu telah membuat mereka menggambarkan aktivitas anak-anak yang tidak bersalah sebagai aktivitas bersenjata, sementara Netanyahu terus membunuh dan menghancurkan setiap hari meskipun ada kesepakatan?” kata Naim.

PBB juga mengecam ancaman Israel terkait aktivitas menerbangkan layang-layang. Juru bicara Kantor HAM PBB Ravina Shamdasani menyebut ancaman terhadap anak-anak yang menerbangkan layang-layang sebagai sesuatu yang keterlaluan.

“Terkait ancaman pengusiran karena anak-anak menerbangkan layang-layang, saya harap kita semua dapat sepakat bahwa ini keterlaluan,” kata Shamdasani kepada wartawan di Jenewa.

Dewan Perdamaian dibentuk Trump untuk mengawasi gencatan senjata yang diumumkan pada Oktober dalam konflik Gaza. Namun, Israel sejak itu memperluas sedikit wilayah operasinya di Gaza dan terus melancarkan serangan.

Otoritas kesehatan Gaza yang dikelola Hamas menyebut 1.288 warga Palestina tewas akibat serangan Israel, dengan angka tersebut diyakini akurat oleh PBB.