Geger Kerangka Manusia Ditemukan di Hutan Tahura Pesawaran, Lampung: Berkaus Lambang Tunas Kelapa

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kerangka manusia. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kerangka manusia. Foto: Shutter Stock

Warga digegerkan adanya penemuan kerangka manusia di kawasan hutan Taman Hutan Raya (Tahura) Wan Abdul Rachman, Kabupaten Pesawaran, Lampung.

Kerangka itu ditemukan oleh dua warga, M. Ihsani (52) dan Didi Hapana (42), saat mencari madu hutan di kawasan Register 19, Dusun Umbul Solo Sinar Baru, Desa Padang Ratu, Kecamatan Gedong Tataan, Rabu (28/10).

Saat ditemukan, kondisi jasad sudah berupa tulang belulang yang tidak lengkap. Hingga kini, identitas dan jenis kelamin korban belum diketahui.

Kapolres Pesawaran AKBP Alvie Granito Pandhita membenarkan penemuan tersebut. Polisi telah mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan mengevakuasi kerangka manusia itu.

"Iya benar, kemarin kami mendapatkan laporan dari masyarakat atas penemuan kerangka manusia yang tak utuh," katanya.

Alvie menjelaskan, awalnya kedua warga mengira tulang belulang yang mereka lihat merupakan tulang hewan. Namun, setelah memeriksa lebih lanjut, keduanya menemukan tengkorak yang diketahui merupakan tengkorak manusia.

Mereka kemudian membersihkan dedaunan kering yang menutupi sebagian tengkorak. Di sekitar lokasi, warga juga menemukan kaus lengan panjang berwarna hijau tua dengan lambang tunas kelapa.

"Ciri-ciri mengenakan kaos warna hijau berlambang tunas kelapa, lambang pramuka," urainya.

Berdasarkan informasi awal, kerangka tersebut ditemukan dalam posisi terbaring di bawah batu tebing. Lokasinya berada di kawasan hutan pegunungan dengan ketinggian sekitar 1.150 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Setelah menerima laporan, polisi bersama petugas terkait melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, serta berkoordinasi dengan aparat desa dan Polisi Kehutanan (Polhut).

Proses evakuasi melibatkan Tim Inafis Polres Pesawaran, personel Unit Intelkam Polsek Gedong Tataan, petugas Polhut dari Resort Kedondong UPTD KPHK Tahura Wan Abdul Rachman, serta masyarakat setempat.

Tim evakuasi tiba di titik kumpul sekitar pukul 22.30 WIB. Kerangka tersebut kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani pemeriksaan forensik dan autopsi guna membantu mengungkap identitas korban serta penyebab kematiannya.